It’s My Life


KamasanBali Hasilkan 3.000 – 5.000 Kepeng Sehari: Sekali Upacara bisa Pakai 100 Ribu Keping
Juli 13, 2009, 3:18 pm
Diarsipkan di bawah: Umum

SEBAGAI pangempon pura, Jero Mangku Gede Ketut Telaga Pura Agung Gunung Raung di Taro, Gianyar, memerlukan uang kepeng sebagai bahan yadnya dalam upacara keagamaan. Jumlahnya tak bisa ditentukan; bisa hanya puluhan saat upacara di rumah sehari-hari atau ratusan saat ada odalan besar di pura. Uang kepeng diyakininya bisa memperkuat aura pura. (lagi…)



Tanpa Kreativitas, tak Mungkin Ada Produksi
Juli 13, 2009, 3:17 pm
Diarsipkan di bawah: Umum

PENCULIKAN Shinta oleh Rahwana, si raksasa bermuka sepuluh, di Hutan Dandaka membuat Rama meminta bantuan Hanoman untuk mencarinya. Dalam perjalanannya, saudara Subali dan Sugriwa itu mendapat kabar, jika Shinta ditawan di Kerajaan Alengka. “Aku akan menyelamatkanmu,” kata Hanoman kepada Shinta ketika bertemu. Tetapi, Shinta menolak. Shinta berharap Rama yang menyelamatkannya. Hanoman pun berpamitan. Sebelum meninggalkan Alengka, ia memporakporandakan Taman Asoka di Kerajaan Alengka dan membunuh tentara Rahwana. Epos Ramayana ini berakhir dengan pertempuran besar yang dimenangkan Rama. (lagi…)



Ibarat Dijajah Kompeni, Kontrak Kerja Cenderung Rugikan Karyawan
Juli 13, 2009, 3:15 pm
Diarsipkan di bawah: Umum

SEJAK 2001 s.d. 2008, Ayu bekerja di tiga perusahaan outsourcing (alih daya) secara bergantian yang mempekerjakannya di bidang perbankan.

Pertama kali bekerja, ia ditempatkan di bank swasta nasional sebagai tenaga pemasaran. Pendapatannya dihitung berdasarkan rekening baru yang dibuka nasabah. Paling rendah, per rekening dihitung Rp 5.000. Kalau mencapai target 21 rekening, mendapat tambahan uang transportasi Rp 100 ribu. Jika dapat 41 rekening, paling banyak total uang didapat Rp 1,1 juta. Ia tidak mendapat jaminan kesehatan, asuransi kecelakaan, atau jaminan pensiun. (lagi…)



Kalau tak Kepepet, Jangan Dipecat: Divisi SDM harus Jadi Investment Centre
Juli 9, 2009, 9:32 pm
Diarsipkan di bawah: Umum

STRATEGI perusahaan yang dibuat harus memenuhi kriteria fit dan strech. Strategi perusahaan disebut fit jika dibangun berdasarkan kekhasan perusahaan dan strech, bermakna, strategi perusahaan harus bersifat lentur. Demikian dijelaskan Ronny Mustamu, konsultan John Robert Powers di Sanur Paradise Plaza Hotel, Kamis (2/7) saat seminar “Human Resources Division as a Navigator”. (lagi…)



Perhiasan dari Fosil Mammoth: Disangka Marmut, Bule Terbelalak
Juli 9, 2009, 9:31 pm
Diarsipkan di bawah: Umum

“KAMU mammoth terakhir di dunia ini,” ejek Sid pada Manny seraya tertawa. Manny tertunduk lesu. Diego, si singa sahabat mereka memarahi Sid. Ternyata, ucapan Sid terbantahkan. Di tengah perjalanan meninggalkan lembah untuk menghindari banjir, mereka bertemu Ellie, mammoth betina yang berhasil membuat Manny jatuh cinta. Ellie pun akhirnya memilih hidup bersama Manny. (lagi…)



Belajar Membatik di Stan Semarang: Kesalahan bisa Jadi Motif asalkan Kreatif
Juli 9, 2009, 9:26 pm
Diarsipkan di bawah: Umum

“CANTINGNYA jangan diisi terlalu penuh agar tidak tumpah,” ujar Deka Yuda Prasetyo di stan “Semarang” di arena pameran PKB di Ardha Candra Art Center. Deka lalu meminta Erika melapisi sketsa bunga di atas kain mori dengan malam. “Jika seluruh pinggiran bunga sudah dilapisi malam, Erika bisa mewarnai bunga itu sesuai warna yang diinginkan,” katanya menjelaskan. Dengan gembira, Erika menyelesaikan batik buatannya. Ia pun menerakan namanya di lembaran kain itu. Sebagai kenang-kenangan, batik buatannya itu boleh dibawa pulang. (lagi…)



Berburu Miniatur di PKB: Harga Becak lebih Murah Dibandingkan di Yogyakarta
Juli 9, 2009, 9:25 pm
Diarsipkan di bawah: Umum

DI LAPAK dagangan di sepanjang jalan Malioboro Yogyakarta, pengunjung dengan mudah mendapatkan berbagai macam miniatur sepeda gayung, dokar, atau becak. Miniatur serupa juga pasti ditawarkan oleh pedagang acung atau pedagang kaki lima di kawasan Candi Borobudur Magelang serta toko kerajinan yang tersebar di Yogyakarta. (lagi…)



Memahami Polis
Juni 2, 2009, 6:53 am
Diarsipkan di bawah: Pendidikan, Umum

Kejadian ini dialami saudara ipar sepupuku. Saat suaminya mengikuti program asuransi pendidikan “Beasiswa Berencana” di Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912, ia keberatan. “Uang kita tak cukup untuk membayar asuransi,” katanya. Si suami tak peduli. Biaya pendidikan dari tahun ke tahun bukannya kian murah tetapi malah makin mahal. Ia lebih rela menyisihkan hampir Rp 200 ribu per bulan daripada uang itu digunakan untuk membeli makanan cepat saji tiap minggu yang pasti harganya lebih mahal dan tak ada sisanya. (lagi…)



“Jaminan Kepastian” di Tengah Ketidakpastian
Mei 31, 2009, 1:51 pm
Diarsipkan di bawah: Umum

Sebulan sebelum kematiannya, aku bertemu dengannya. Pak Jagat, begitu aku memanggilnya. Dia adalah klienku saat aku bekerja di perusahaan asuransi di divisi bancassurance. Pertemuan kami kali itu, lagi-lagi untuk membicarakan program asuransi untuknya. (lagi…)



Tak Diizinkan Bertemu Ibu yang Terinfeksi HIV
Mei 24, 2009, 6:50 am
Diarsipkan di bawah: Kesehatan, Umum | Tag:

Usianya kini baru tiga tahun. Jika Putu boleh meminta, ia tentu tak mau mendapat “warisan” Human Immunodeficiency Virus (HIV) dari ayahnya yang meninggal setahun lalu. (lagi…)



Eklampsia Diawali Kegagalan Ari-ari
April 24, 2009, 5:26 pm
Diarsipkan di bawah: Kesehatan, Umum

EKLAMPSIA yang dialami Mercya sangat parah. Mercya buta selama 12 jam dan tak sadarkan diri selama tiga hari. “Mercya sangat beruntung karena dia bisa ditangani dengan cepat,” ujar dr. Hariyasa Sanjaya, Sp. OG., dokter yang merawat Mercya. (lagi…)



Tuhan, Aku tidak bisa Melihat
April 24, 2009, 5:23 pm
Diarsipkan di bawah: Kesehatan, Umum

KELAHIRAN anak kedua Mercya Soesanto dan Adriaan Evers, adalah momen antara kesedihan dan kebahagiaan bagi mereka. “Batas antara kesedihan dan kebahagiaan itu ibarat sehelai rambut yang terbelah menjadi 12,” kata Mercya. Tiga hari sesudah melahirkan menjadi masa yang tak akan pernah dilupakan Mercya dan keluarga. Berikut penuturan Mercya, dalam gaya ‘aku’. (lagi…)



Film Itu bukan hanya Bercerita tentang Kekerasan
Maret 30, 2009, 9:35 am
Diarsipkan di bawah: Umum

SEPTEMBER 2007, Michael Chick bangun dari tidurnya. Seperti biasa, dia langsung membaca koran hari itu. Tetapi, pagi itu menjadi tidak seperti biasanya ketika dia membaca berita tentang Nurin Jaslin. Nurin adalah seorang bocah perempuan berusia enam tahun yang tewas dibunuh. Badannya dimasukkan dalam tas, ada ketimun dan terung yang dimasukkan dalam vaginanya. (lagi…)



Korban Pedofil di Bali sudah Dua Generasi; Berbagai Hambatan Mengungkap Kasus
Maret 30, 2009, 9:30 am
Diarsipkan di bawah: Umum

INVESTIGASI yang dilakukan Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) Universitas Gadjah Mada di Bali tahun 2002 menemukan, korban pedofil di Bali sudah mencapai dua generasi. “Ada orangtua yang pernah menjadi korban pedofil dan ketika menikah dan memiliki anak, anaknya pun menjadi korban pedofil,” ujar peneliti PSKK UGM yang tak mau disebutkan namanya. (lagi…)



Kemiskinan dan Gaya Hidup Menjadi Pemicunya
Maret 30, 2009, 9:25 am
Diarsipkan di bawah: Umum

PEMERINTAH tak memungkiri adanya eksploitasi seks terhadap anak-anak di dunia pariwisata. “Itu memang ada. Mereka datang ke Batam atau Tanjung Pinang Jumat malam atau Sabtu pagi. Ada yang berbelanja, berolahraga, ada juga yang ingin berhubungan seks dengan anak-anak. Di Batam, tumbuh industri seperti itu, demikian juga di Lombok meski di permukaan kelihatan aman-aman saja,” ujar Bakri, Direktur Pemberdayaan Masyarakat, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI di sela-sela Southeast Asia Conference on Child Sex Tourism, di Sanur, 18-20 Maret. (lagi…)



60 Ribu Anak Korban Wisatawan Seks di Asia Tenggara; Home Stay Berisiko Tinggi – Sanur Bagian sangat Signifikan
Maret 30, 2009, 9:19 am
Diarsipkan di bawah: Umum

WORLD Travel and Tourism Council (2004) menyebutkan, pariwisata merupakan industri terbesar di dunia. Mengingat pariwisata menggabungkan banyak sektor seperti industri yang terkait keramahtamahan, jasa boga, dan persewaan kendaraan, maka pariwisata mempekerjakan lebih dari 8% tenaga kerja dunia dan menghasilkan lebih banyak uang dibandingkan industri lain dalam ekonomi global. Tahun 2005, jumlah wisatawan mancanegara lebih dari 800 juta orang dan menghasilkan lebih dari dua miliar dolar AS per hari. (lagi…)



Demi Rokok Relakan Anak Berhenti Sekolah
Maret 24, 2009, 7:31 pm
Diarsipkan di bawah: Kesehatan, Umum

KETIDAKPAHAMAN masyarakat tentang bahaya rokok menjadi salah satu faktor sulitnya penanganan masalah rokok. WHO menyebutkan, merokok merupakan penyebab dari 90% kanker paru pada laki-laki dan 70% pada perempuan dengan angka kematian lebih dari 85%. Rokok juga penyebab dari 56% – 80% penyakit saluran napas kronik, termasuk di antaranya bronkitis kronik dan pneumonia. Secara umum, merokok merupakan penyebab 22% dari penyakit jantung dan pembuluh darah. (lagi…)



Ketika tak Ada lagi Ruang Bebas Iklan Rokok
Maret 9, 2009, 7:40 pm
Diarsipkan di bawah: Kesehatan, Umum

“DI Gianyar, tim pendukung kesebelasan sepak bola rata-rata siswa SD dan SMP. Mereka menganggap, rokok adalah hal yang biasa. Saya mengenal rokok sejak duduk di bangku SD karena ada warung yang menjajakan rokok di dekat sekolah. Kalau saya mengingatkan teman agar tidak merokok, mereka menjawab, ya lihat saja, siapa yang lebih dulu mati: kami yang merokok atau kamu yang tidak merokok. Saya tak tahu, pada siapa saya menyampaikan hal itu. Pada guru? Ternyata guru saya merokok juga,” kisah Ida Bagus Mandala dari Forum Anak Daerah Bali. (lagi…)



Menjaga Pulau Tetap Utuh
Februari 15, 2009, 2:27 pm
Diarsipkan di bawah: Umum

MADE Jorti tak tahu berapa usianya kini. “Mungkin 80 tahun,” katanya. Ia penduduk asli Desa Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan. Sebelum Serangan direklamasi oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID) pada tahun 1996, ia sama seperti 80% penduduk Serangan, bekerja sebagai nelayan. (lagi…)



Belajar dari Tenganan: Berswasembada Pangan dengan Melestarikan Hutan
Januari 14, 2009, 1:14 pm
Diarsipkan di bawah: Umum | Tag:

Sejak dulu, Desa Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Karangasem dikenal sebagai desa tradisi yang sangat arif memanfaatkan kekayaan alam termasuk desa tempat tinggalnya. Dari 917 ha wilayahnya, 66,41 persen tanah di Tenganan Pegringsingan merupakan tanah tegalan yang sekaligus berfungsi sebagai hutan, 25,73 persen lahan persawahan, dan 7,86 persen merupakan wilayah pemukiman. Seluruh tanah tersebut adalah milik desa adat meskipun atas nama individu atau kelompok. Awig-awig desa mengatur tentang pengelolaan tanah di desa tersebut dan orang Tenganan Pegringsingan tidak boleh menjual atau menggadaikan tanah kepada orang luar. Tak mengherankan, luas wilayah Tenganan Pegringsingan sejak abad ke-11 hingga sekarang tetap sama. (lagi…)