It’s My Life


Berebut Tiket di Menara Kembar Petronas
Maret 21, 2008, 7:54 am
Filed under: Umum

Pegangan wajib selama berjalan-jalan di negeri orang: selalu bawa identitas diri Anda, terutama paspor. Meski dibilang aman, selalu berjaga-jaga dengan barang berharga Anda dan jangan mudah percaya pada orang lain. Begitu pesan seorang polisi Diraja Malaysia yang saya temui. Itu pula sebabnya, saya lebih suka pakai tas selempang berukuran besar. Selain lebih susah ditarik ketimbang tas tangan perempuan, tas selempang ukuran besar bisa memuat apa saja: dompet, kamera, botol air mineral, kudapan, sampai belanjaan. Oya, jika bepergian tanpa pemandu, jangan lupa membawa peta yang bisa didapatkan secara gratis di Malaysia Tourism Centre.  

Tempat wisata di Kuala Lumpur saling berdekatan satu sama lain. Saya cukup berjalan kaki, naik kereta, atau taksi. Kalau kereta, ada The Putra Light Rail Transit (LRT) dan monorail. Kedua alat transportasi itu harus dicoba, terutama monorail. Kalau di Jakarta saya sudah mencoba semua alat transportasi yang ada: bus, lin, metro mini, bajaj, TransJakarta, dan kereta. Di Kuala Lumpur saya merasa wajib mencoba monorail. Di Indonesia belum ada. Proyek di Jakarta masih tersendat-sendat. Soal manajemen transportasi, Kuala Lumpur bagus. Fasilitasnya memadai dan murah. Bagus juga kalau ada monorail di Bali. Semuanya serba cepat dan jalanan tidak dipenuhi kendaraan pribadi.

Lokasi hotel tempatku menginap berada di tengah kota. Tiap malam saya bisa memandang indahnya menara kembar Petronas dari lantai 27 kamarku. Jika di Kuala Lumpur, Petronas Twin Towers wajib didatangi. Pada 1996, The Urban Council on Tall Buldings and Habitat di Chicago, Amerika Serikat mencatat Petronas sebagai menara kembar tertinggi di dunia. Gedung ini mencapai 88 tingkat. Tiap hari buka mulai pukul 09.00 s.d. 17.00. Pengunjung bisa naik hingga ke lantai 41, berjalan-jalan di jembatan udara yang menghubungkan kedua menara. Tiket masuk gratis. Bila ingin masuk, jangan datang tepat pukul 09.00. Datang saja pukul 07.00 karena pengunjung berebut tiket masuk sejak pagi. Sepasang suami-istri asal Jakarta yang datang pukul 10.30 saja kehabisan tiket dan mereka harus kembali keesokan harinya.

Di lantai 4 menara, ada Petrosains. Ini tempat belajar bermacam-macam ilmu pengetahuan alam secara praktis. Tempat ini selalu ramai dikunjungi murid sekolah. Petrosains memberi gambaran berbagai macam hal, misalnya kehidupan dinosaurus di masa lampau, ruang eksplorasi minyak bumi, simulator helikopter, sampai serunya balapan F1. Saya jadi tahu bedanya ban kering dan basah yang dipakai Ferrari saat balapan. Oya, ada juga pulse rate. Cukup menggenggam pegangan dari besi atau menempelkan nadi, degupan jantung kita akan didengarkan melalui drum kecil. Naikkan kadar degupan jantung Anda, pukulan drum pun meningkat. Tiket masuk sebesar 12 ringgit (dewasa) dan 4 ringgit (anak-anak). Ada juga paket hemat, bayar 15 ringgit dapat tambahan menikmati Petrosains Speed.

Kalau ingin berbelanja, bisa langsung di Suria Kuala Lumpur City Center (KLCC) di lokasi yang sama. Harga di sini harga butik. Atau, kunjungi saja Petronas Art Gallery di lantai 3 Suria KLCC. Ada kegiatan demonstrasi, diskusi, dan kelas seni di sini. Selain itu, kita bisa berjalan kaki melewati koridor panjang menuju Aquaria KLCC. Lokasinya berada di lantai bawah Kuala Lumpur Convention Center. Ini seperti Sea World di Jakarta. Ada 283 spesies berbeda ada di sini. Tiap Senin, Rabu, dan Sabtu saksikan demonstrasi pemberian makan ikan hiu pukul 15.00 s.d. 15.30. Tiket masuk sebesar 38 ringgit (dewasa), 26 ringgit (anak-anak). Tak ingin membayar? Nikmati KLCC Park di dekat Suria KLCC. Taman ini sering digunakan sebagai taman bermain dan olah raga. Ada juga kolam renangnya.

Dari sana, datang ke stasiun kereta KLCC. Naik LRT menuju stasiun Pasar Seni. Di stasiun Pasar Seni ini, saya melihat pengemis pertama kali, penjual gorengan, dan pedagang di emperan stasiun. Di sini ada Central Market atau Pasar Seni. Bangunan ini didesain oleh TY Lee dan menjadi contoh bagus dalam gaya art deco pada tahun 1930-an. Pada tahun 1986, gedung ini direnovasi dan dibuka kembali menjadi pusat barang kerajinan. Kalau mau berbelanja, berhati-hatilah. Saya melihat banyak sekali barang dari Bali yang dijual di pasar ini. Ada suvenir berbentuk keris yang dijual di Toko Erlangga Denpasar seharga Rp 60.000, di sana dijual 20 ringgit. Pasar ini mirip Pasar Sukawati tapi lebih tertata dan bagus. Pembeli bisa menawar harga. Umumnya, pedagang memberi diskon sebesar 20%. Tetapi, ada satu toko yang saya temui, mau memberi diskon 50%. Gantungan kunci berisi 6 buah paling murah dijual 7,90 ringgit. Di lantai dua, ada pusat batik. Bermacam-macam model batik ada di sana. Lagi-lagi, harganya mahal. Satu baju bisa 200 ringgit. Saranku, beli saja batik di Pasar Bringharjo Yogyakarta atau Pasar Klewer Solo. Pintar menawar, dapat celana seharga Rp 10.000.

Kalau mau jalan lebih kurang 200 m, belanja saja di Petaling Street. Kawasan ini dikenal dengan Chinatown. Barang paling murah ada di sini. Gantungan kunci isi 6 buah dijual seharga 6 ringgit. Kaus anak-anak yang dijual seharga 15,9 ringgit di Central Market, bisa dibeli seharga 3 ringgit di Petaling Street. Tempat ini disebut sebagai pusat pedagang kecil. Kalau tak bisa menawar, Anda bisa dapat harga mahal. Kebanyakan yang dijual barang imitasi. Sebuah dompet ditawarkan seharga 85 ringgit. Ketika saya menawar, pedagangnya menjual seharga 45 ringgit. Di stan yang berbeda, dompet pendek dijual seharga 20 ringgit. Saya tak mau membeli. 20 ringgit setara Rp 55.000. Barangnya sama dengan dompet yang dijual di Pasar Melawai Blok M Jakarta. Harganya lebih murah, hanya Rp 20.000. Petaling Street tempat yang bagus untuk membeli suvenir karena harga barangnya paling murah. Beli saja yang tak ada di Indonesia seperti miniatur Petronas Twin Towers atau Menara Kuala Lumpur. Gantungan kuncinya ada yang sama dengan gantungan kunci yang dijual di Mustafa Centre, Little India, Singapura. Bedanya, tulisannya ganti ‘Beautiful Malaysia’. Petaling Street adalah satu-satunya pasar yang buka hingga tengah malam.

Di dekat Petaling Street ada Jalan Hang Kasturi. Tempat ini pusat penjualan ikan kering. Berbagai macam makanan kering lain juga bisa ditemui di sini. Cukup jalan kaki, datang ke Sri Maha Mariamman Temple di Jalan Tun H.S. Lee. Salah satu kuil Hindu tertua di Malaysia ini memiliki pintu menara setinggi 22 m dan dipenuhi ukiran bergambar dewa. Pilihan lain, datang ke Sze Ya Temple, kuil penganut Tao tertua ini dibangun pada tahun 1864 oleh Yap Ah Loy salah satu pendiri Kuala Lumpur.

Jangan lupa, datangi Dataran Merdeka, tempat rakyat Malaysia memproklamirkan kemerdekaannya pada 31 Agustus 1957 dengan berjalan kaki lebih kurang 10 menit dari Central Market. Perayaan kemerdekaan Malaysia selalu dipusatkan di sini tiap tahunnya. Tempat ini bagus bagi pecinta fotografi. Ada tiang bendera setinggi 100 m yang disebut-sebut tiang bendera tertinggi di dunia.

Seperti alun-alun Puputan Badung Denpasar, di empat arah mata angin ada bangunan penting yaitu Royal Selangor Club, Sultan Abdul Samad Building, Museum Sejarah Nasional, dan Cathedral of Saint Mary The Virgin. Royal Selangor Club dibangun pada tahun 1884, digunakan sebagai tempat bertemu komunitas ekspatriat dan klub kriket. Gedung ini mengalami tiga kali renovasi. Terakhir pada tahun 1979 setelah kebakaran yang terjadi pada 1970 dengan bentuk seperti saat ini.

Sultan Abdul Samad Building adalah gedung pemerintahan pada era Inggris, dibangun pada tahun 1897. Gedung ini menjadi bangunan terbesar pada masanya dan memiliki menara jam setinggi 41,2 m. Yang menarik di Cathedral of Saint Mary The Virgin adalah organ tiup yang dibuat oleh Henry Willis, salah satu pembuat organ ternama pada masa silam pada tahun 1895. Di Museum Sejarah Nasional, ada bendera Malaysia yang dikibarkan pertama kali.

Dari stasiun Pasar Seni, naik LRT menuju stasiun Dang Wangi. Jalan kaki sejauh 200 m, menuju stasiun monorail Bukit Nanas. Jangan tinggalkan tiket plastik Anda karena itu dipakai jika kita keluar dari stasiun berikutnya. Naik di Bukit Nanas, berhenti di stasiun Bukit Bintang yang berada di tengah-tengah Lot 10 dan Sungei Wang Plaza, tempat belanja terkenal dan sering mengadakan program diskon. Harga celana panjang saat obral bisa dibeli seharga 15 ringgit. Sungei Wang Plaza berhubungan dengan Bukit Bintang Plaza, salah satu pusat belanja tertua di Kuala Lumpur.

Ingin bersenang-senang? Datang ke Berjaya Times Square, mal terbesar di Malaysia yang memiliki lebih dari 1.000 toko dan tempat bermain di dalam ruang terbesar di Malaysia: Cosmo’s World Theme Park. Nikmati permainan roller coaster ‘Supersonic Odyssey’ sepanjang 800 m yang mendebarkan.

Kunjungi juga Taman Tasik Titiwangsa yang berdekatan dengan Istana Budaya, tempat pagelaran kesenian ternama. Di Tasik Titiwangsa ada permainan ‘Eye on Malaysia’, roda berputar dengan 42 gondola setinggi 60 m di atas Danau Titiwangsa. Dari ketinggian itu, kita bisa melihat Kuala Lumpur sejauh 20 km selama 12 menit dengan tiket masuk seharga 15 ringgit. Tiap pukul 21.00 ada tontonan teater air dan permainan laser.

Jangan lupa, datang ke Menara Kuala Lumpur, menara kelima tertinggi di dunia setelah CN Tower (Kanada), Ostankino TV Tower (Rusia), Oriental Pearl Tower (Cina), dan Borg Emilad (Iran). Tinggi bangunannya mencapai 421 m dan satu-satunya menara di dunia yang berada di wilayah hutan lindung. Menara ini dibuka untuk umum sejak 23 Juli 1996 dan diresmikan oleh Y.A. Bhg. Tun Dr. Mahathir Mohamad, Perdana Menteri Malaysia keempat pada 1 Oktober 1996.

Usai menikmati panorama dari ketinggian 276 m, ikuti Forest in the City Tour di sekitar hutan lindung Bukit Nanas secara gratis. Bukit Nanas merupakan satu-satunya hutan yang berada di tengah kota dan hutan lindung tertua di Malaysia.


8 Komentar sejauh ini
Tinggalkan Komentar

MALON EMANG SUKA MERCU, PADAHAL GAADA APA-APANYA DIBANDING INDONESIA

Komentar oleh roni

MALON EMANG SUKA MERCUSUAR, SAYANG ORANG2NYA SOMBONG

Komentar oleh roni

sad to see that comment.yes we malaysian proud of what we have.but that doesn’t mean we’re criticising others.especially our neighbour.many of us find that indonesia also great.me myself.n i know indonesia have a lot of great thing such as Bali( your pllace i think),borubudur,etc.

Komentar oleh achtung

mbak cukup menarik ulasannya, boleh tanya nih?
saya akan ke malaysia, dan ini pertama kalinya, kebetulan kami ber enam, kami sampai disana tengah hari, kira kira daerah mana yang bisa kami kunjungi tengah hari sampai malam? (oh ya kami stay di daerah bukit bintang), esoknya kami mau langsung ke genting dan nginap disana, jadi masih ada satu hari di KL. Mohon saran scheduling ya, thanks

Komentar oleh dewi

What you ought to do is find a wedding marquee hire that will provide you with
the cost effective for the money. Remove and dispose of moldy material
in plastic bags, if possible. It is critical to consider the features of your product.

Komentar oleh http://aggiegreys.com

3 maximum aperture, fixed lens mount, auto focus features, 2.
A montage specially edited for the occasion works best.
Waiting until the park is about to close is one way to get some privacy, as is visiting the park during Disneyland’s less busy times.

Komentar oleh mortgage rates oklahoma

Keeping these plants in flowerbeds or flower boxes near your home
will attract tachnid flies, who will then help control the population
of earwigs. Remove and dispose of moldy material in plastic bags, if possible.
One popular bathroom fixture today that many interior decorators and home owners use is a shower bath.

Komentar oleh phoenix arizona dui lawyer

Attractive section of content. I just stumbled upon your web site and in accession capital to assert that I get actually
enjoyed account your blog posts. Any way I will be subscribing to
your feeds and even I achievement you access consistently quickly.

Komentar oleh blogspot.Fr




Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: