It’s My Life


Menanti Wasiat Mahathir di Puncak Menara
Maret 25, 2008, 1:39 am
Filed under: Umum

Salah satu negara bagian yang wajib dikunjungi di Malaysia adalah Putrajaya. Seorang polisi Bukit Aman yang saya temui di Dataran Merdeka tahun lalu mengatakan, “Putrajaya is a little Turki.” Ornamen bangunan di sana mirip bangunan di Turki. Karena itu, katanya, saya wajib ke sana.

Setelah menjejakkan kaki di Putrajaya, bukan Turki yang saya ingat melainkan Dr. Mahathir Mohamad, mantan perdana menteri Malaysia. Saat menjadi pemimpin negara, Mahathir mengenalkan program Visi 2020, sebuah rencana mengubah Malaysia menjadi negara maju tahun 2020. Meski ia tak lagi menjabat, visi menjadi negara maju tak berubah. Putrajaya ibarat wujud tangan dingin Mahathir menata negara yang terkonsep dari sisi tata wilayah.

Pusat pemerintahan Kerajaan Malaysia yang sebelumnya dipusatkan di Kuala Lumpur, dipindahkan ke Putrajaya pada akhir tahun 1980. Di sini, terdapat 23 kementerian yang terpusat di satu wilayah. Semua kegiatan administrasi pemerintahan dilakukan di sini. Putrajaya memelopori penerapan electronic government alias e-government.

Putrajaya dibangun di atas lahan seluas 4.932 ha di sebelah selatan Prang Besar di Selangor, dibagi menjadi dua wilayah utama yaitu the core area dan the periphery area. The core area terdiri atas daerah pemerintahan, area komersial, tempat olahraga dan rekreasi, dan daerah pembangunan gabungan. The periphery area terdiri atas daerah perumahan, fasilitas umum, dan taman. Kedua daerah ini dipisahkan oleh danau buatan. Nama Putrajaya dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada Tunku Abdul Rahman Putra al-Haj, perdana menteri pertama Malaysia atas jasa-jasanya kepada negara.

Ketika memasuki Putrajaya, kawasan yang tertata rapi menjadi pemandangan yang memesona. 38% dari total lahan yang tersedia digunakan untuk taman, danau dan taman tropis. “Bukit di daerah ini dikeruk menjadi danau buatan, kedalamannya mulai 3 sampai 14 meter,” ujar Baia, pemandu wisata yang menemani kami. Selain berfungsi sebagai penampung air hujan dan kiriman air dari daerah yang lebih tinggi, danau ini dimanfaatkan sebagai tempat wisata air. Kata Baia, agar bisa mengetahui Putrajaya secara ringkas dan hemat waktu, kami cukup naik Cruise Tasik Putrajaya. Apalagi, kami tak bisa berlama-lama di Putrajaya. Luas Tasik Putrajaya mencapai 650 ha. Airnya aman dikonsumsi, tentu saja dengan dimasak terlebih dahulu.

Ada dua pilihan moda transportasi yang tersedia, yaitu pakai boat atau gondola yang bergaya perahu tradisional Malaysia. Kami memilih boat. Boat itu nyaman ditumpangi. Ber-AC pula. Kapasitasnya 76 penumpang, lebih kecil jika dibandingkan boat yang dipakai Bounty Cruise menyusuri Benoa-Nusa Lembongan. Kami bisa menikmati pemandangan di luar danau dari balik jendela kaca. Kalau pakai perahu terbuka, ada dua pilihan, payang dan kolek yang berkapasitas 4 dan 6 penumpang, masing-masing dioperasikan oleh seorang boatman.

Waktu tempuh berkeliling Tasik (danau) Putrajaya dengan boat lebih kurang 45 menit. Kami bisa melihat Putrajaya dari berbagai sudut pandang. Dari kejauhan, terlihat rumah Dr. Mahathir Mohamad beratap hijau. Rumahnya luas sekali. Kami mengkhayal bisa bertandang ke rumahnya. “Ya, kapan-kapan kalau ke sini lagi ya,” ujar Baia.

Kalau saja Mahathir masih menjadi perdana menteri, kami bisa memasuki Seri Perdana. Ini rumah dinas Perdana Menteri Malaysia. Sekarang, kebijakan itu berubah. Kami hanya bisa berfoto di depan pintu gerbang. Jika ingin masuk, tunggu saja undangan dari perdana menteri. Pasalnya, Seri Perdana ini juga digunakan untuk acara-acara jamuan kenegaraan.

Di dalam komplek Seri Perdana, dibagi menjadi tiga blok yaitu blok protokol yang menjadi tempat utama penerimaan tamu, blok perjamuan, dan blok rumah tinggal yang didominasi dengan desain arsitektur Melayu dan Islam yang digabungkan dengan arsitektur Barat dan kontemporer untuk memberi kesan universal. Lanskap di dalamnya dibagi menjadi tujuh area, masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda sesuai ukuran dan fungsi, yaitu Laman Liba, Laman Depan, Laman Sari, Laman Tengah, The Orchard, The Private Garden, pintu masuk, dan akses ke jalan.

Dari atas boat, terlihat Masjid Putra. Sebagian besar masjid ini berdiri di atas danau. Itu sebabnya, masjid ini disebut masjid terapung. Bangunan bundar Masjid Putra terbuat dari granit berwarna merah muda. Bangunan masjid setara dengan gedung setinggi 21 tingkat dan dapat menampung 15 ribu jamaah. Lantai bawah tanah terdiri atas tiga tingkat. Lantai bawah tanah yang pertama merupakan penghubung utama untuk pejalan kaki yang mengelilingi danau. Lantai bawah tanah kedua adalah sebuah auditorium yang bisa memuat 400 orang, tempat makan untuk 300 orang, dan sebuah ruang pameran. Di lantai ini juga terdapat ruang pimpinan Masjid Putra, 3 ruang kuliah yang bisa menampung 100 orang, ruang mengurus jenazah, perpustakaan, dan tempat wudhu. Lantai bawah berikutnya merupakan tempat salat utama. Dinding ruang bawah tanah mirip dengan The King Hassan Mosque di Casablanca, Moroko. Di lantai satu, terdapat tempat salat wanita.Di masjid itu ada halaman yang luas disebut The Sahn yang dibatasi tiang penyangga atap. Desain menara dipengaruhi desain Sheikh Omar Mosque di Baghdad. Ketinggian menara mencapai 116 meter dan memiliki 5 tingkatan yang melambangkan Rukun Islam. Bagi pengunjung yang ingin masuk ke masjid, disediakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh. Bagi umat muslim, pakai yang berwarna biru. Kalau umat non-muslim, pakai yang berwarna merah muda. Bedanya apa? “Ya biar tahu mana yang muslim atau non-muslim. Kalau muslim kan minimal sudah tahu aturan selama di masjid. Biar gampang memberi informasi,” ujar Baia.

Di dekat masjid, ada Perdana Putra. Bangunan ini merupakan kantor Perdana Menteri Malaysia dan Wakil Perdana Menteri. Desainnya menggabungkan elemen arsitektur Islam-Mogul.

Tiba-tiba, pemandu boat mengizinkan kami untuk melihat dari luar tapi tidak boleh ribut, supaya penumpang yang lain tidak ikut. Dari ujung kapal, kami bisa menikmati pemandangan danau dengan lebih leluasa. Boat yang kami tumpangi melintas di bawah Jembatan Seri Wawasan dan Jembatan Putra dengan desain yang berbeda. Rencananya, ada delapan jembatan dengan desain yang merefleksikan kebudayaan lokal. yang akan dibangun di Putrajaya. Lima di antaranya sudah rampung.

Jembatan Putra menjadi jembatan terpenting di Putrajaya. Panjangnya mencapai 435 meter menghubungkan daerah pemerintahan dan daerah pembangunan campuran. Tingkat atas jembatan menjadi bagian bulevar di Putrajaya. Arsitektur bernuansa Islami dari Khaju Bridge di Isfahan, Iran menjadi inspirasi arsitektur Jembatan Putrajaya di tingkat bawah. Ada juga Jembatan Seri Perdana yang diinspirasi dari arsitektur Moorish Islamic dan menjadi bagian jalan protokol. Panjangnya mencapai 370 meter. Selain itu, ada juga Jembatan Seri Sakti, Jembatan Seri Gemilang, dan Jembatan Seri Wawasan. Kata Ade, Jembatan Seri Wawasan ini mirip dengan salah satu jembatan di Bandung. Kabel baja menjadi pemandangan dari desain jembatan ini.

Baia menunjuk pada sebuah menara. Namanya The Millennium Monument. Menara ini merupakan monumen nasional pertama yang didirikan di Putrajaya. Menara itu diharapkan menjadi media bagi generasi muda guna belajar mengenai sejarah bangsa, pengorbanan, dan cerita sukses para pemimpin lokal sehingga menginspirasi mereka agar bekerja keras demi keberhasilan di masa yang akan datang.

“Di puncak menara itu, ada wasiat dari Mahathir Mohamad,” ungkap Baia. “Oya? Wasiat apa?” tanyaku. “Namanya juga wasiat. Kami baru boleh membukanya tahun 2020 nanti. Sekarang menunggu masa saja,” jawab Baia.

Monumen Millenium itu didirikan di atas lahan seluas 25 ha, berbentuk bunga raya dengan ketinggian 68 meter. Diameternya berbeda-beda; lantai dasar berdiameter 3 m, bagian tengah berdiameter 4 m, dan punya “titik” di puncak menara. Monumen itu dibuat dari bahan baku logam yang sangat kuat dengan struktur logam pula.

Jika ingin bersenang-senang di Putrajaya, bisa ikuti olahraga air di Kelab Tasik Putrajaya. Di Kelab Tasik Putrajaya, pengunjung bisa bermain boat, kano, atau kayak. Di klub ini, tersedia tempat penyimpanan dan ruang ganti. Ada juga simulator yang ditempatkan setinggi dua kaki di atas permukaan air dan dipakai sebagai alat adaptasi bagi pengunjung sebelum terjun ke danau. Ada pula kolam renang seluas 50 meter, kolam anak-anak, restoran, dan ruang membaca. Kelab Tasik Putrajaya ini bisa dimanfaatkan penduduk yang tinggal di Putrajaya dengan jarak tempuh paling jauh 100 km, berusia di atas 21 tahun untuk mendapatkan fasilitas khusus seperti diskon 50% dari biaya sewa boat.

Kalau tak ingin berbasah-basah, lebih baik kita mengunjungi Taman Wetland. Taman tropis ini merupakan taman rawa terbesar buatan manusia yang terdiri dari taman seluas 138 ha dan daerah rawa seluas 197 ha. Pengunjung dapat menikmati panorama alam dari Nature Interpretation Centre dari ketinggian 80 meter.

Pilihan lain, kunjungi Taman Botani. Taman ini merupakan taman botani terbesar di Malaysia yang mencakup 92 ha dan terdiri atas tanaman dan tumbuhan yang biasa ditemukan di taman tropis lainnya. Taman Botani dibagi menjadi tiga area, yaitu area bunga, tanaman hias dan area penelitian serta tempat 700 spesies tanaman lokal. Atau, kita bisa juga ke Taman Warisan Pertanian yang menjadi ruang pameran hasil pertanian ala Malaysia seperti karet, coklat, minyak kelapa sawit, dan rempah-rempah.

Bagi penggemar olahraga golf, di Putrajaya tersedia beberapa golf course, antara lain Palm Garden Golf Club dan Bangi Golf and Country Club. Putrajaya Shangri-La Malaysia merupakan salah satu hotel dengan lokasi strategis, di atas bukit sehingga turis dapat melihat Kota Putrajaya serta dekat dengan Seri Perdana dan Istana Melawati.  


3 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Hi there to all, how is everything, I think every
one is getting more from this site, and your views
are good designed for new people.

Komentar oleh may quay phim

My spouse and I absolutely love your blog and find many of your post’s to be exactly what I’m looking for.
Would you offer guest writers to write content for yourself?
I wouldn’t mind producing a post or elaborating on a few of the subjects you write about here. Again, awesome website!

Komentar oleh sachamthuc.com

First of all, a floppy drive — to play Ultima on DOS
box, of course, backward-compatible with the latter.
0 cable with a standard connector and the opposite side terminates into a mini-usb plug that can be
fitted with different tips. Each Usb port has only enough
juice to power so many devices at a time or the whole cassette as one recording.

Komentar oleh bikini




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: