It’s My Life


Past Life Regression: Tak Mengulangi Kesalahan Masa Silam
Mei 4, 2008, 8:33 am
Filed under: Umum

SEORANG bapak berusia 40-an tahun bingung. Meski bersaudara banyak sekarang ini, hanya seorang kakaknya yang selalu minta pertolongan pada dirinya. Ia merasa terbebani. “Mengapa hanya dia dan hanya pada saya?” tanyanya kepada Maya Safira Muchtar, terapis past life regression.

 

Maya membimbingnya kembali ke masa silam. Dalam kehidupan masa lalu tampak, suatu ketika, saat menyeberangi sungai, ‘kakak’ minta bantuan kepada ‘adik’ karena takut. Si ‘adik’ bilang, tenang saja, saya pasti bantu. Nah, saat menyeberang sungai, ‘kakak’ terjatuh. Ia berteriak minta tolong tapi ‘adik’ tak bisa membantunya, hingga akhirnya ia terseret arus sungai. “Janjinya untuk membantu si ‘kakak’ harus dipenuhi dan itu terbawa sampai kehidupan sekarang. Itu adalah karma yang harus dibayarnya,” papar Maya.

Maya tak tahu, apakah bapak itu percaya atau tidak pada karma. “Namun sejak saat itu, dia tak pernah bertanya-tanya lagi,” ujarnya.

 

Regresi ke kehidupan masa lalu, menurut Maya, membantu kita mendapatkan sebuah pemahaman. Berbagai permasalahan yang terjadi di dunia ini, dapat diselesaikan melalui past life regression. “Regresi itu berguna untuk mengetahui kehidupan kita pada masa lalu. Itu pun, jika kita percaya pada reinkarnasi,” tegasnya. Ketika tahu apa yang terjadi sekarang bersumber dari tindakan kita pada masa silam, kita bisa berbenah diri.

 

Maya tak asal bicara karena ia membuktikannya. Selama 14 tahun, Maya terkena post traumatic disorder akibat pelecehan seksual yang dialaminya ketika bocah. Pengalaman tak menyenangkan itu terbawa hingga ia dewasa. “Bertahun-tahun saya menderita insomnia, stres berat. Saya kecewa pada Tuhan, karena saya menganggap Tuhan tidak adil. Mengapa saya harus mengalami peristiwa itu,” kenang direktur rumah kecantikan L’Ayurveda itu.

 

Tapi, segala kekecewaan itu hilang ketika ia melakukan death experience. “Dalam pelatihan itu, saya melihat dengan jelas, ternyata dalam kehidupan dulu saya adalah seorang ‘laki-laki’ yang sangat jahat. Pada masa lalu, saya merebut kekasih seseorang dan melakukan tindakan buruk lainnya. Saya juga suka menyalahkan orang di sekeliling,” kisahnya. Jika ada aksi, pasti ada reaksi, meskipun belum tentu dari orang yang sama. Kemarahan dalam diri Maya perlahan-lahan memudar.

 

“Hidup adalah tanggung jawab kita,” tegasnya. Menurutnya, secara tidak langsung 80% penyakit berasal dari pikiran. “Sesungguhnya, yang ada ialah memori yang belum selesai pada masa lalu, tapi harus dituntaskan sekarang,” tandasnya.

 

Ia menceritakan salah seorang pasien yang datang padanya. “Orang tersebut berpenyakit kulit parah. Setelah mengikuti regresi, ia melihat bahwa dalam kehidupan dulu, ia adalah seorang ‘tukang’ yang bertugas menguliti ayam,” jelasnya.

 

Ada juga seorang pria berbadan kekar, tapi sangat takut pada kegelapan, walaupun sejak kecil ia tak pernah mengalami pengalaman traumatis terhadap kegelapan. Laki-laki itu datang pada Maya. “Ia melihat, dalam kehidupan dulu dia adalah ‘tentara’ yang berperang dalam Perang Dunia II. Dia berada di dalam kapal yang gelap. Dalam kehidupan dulu itu ia tewas dalam suasana gelap dan penuh ketakutan,” tuturnya. Usai mengikuti past life regression, ia sadar, peristiwa itu teramat lampau. “Akhirnya, dia mengubah cara berpikir dan tak takut pada gelap lagi,” katanya.

 

Melalui past life regression, aku Maya, kita diajari untuk tak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan dalam kehidupan masa silam. Terapi ini juga bisa menjadi sebuah referensi kehidupan sebelumnya seperti yang dialami salah seorang pasiennya, orang kampung yang tak pernah tahu soal Eropa. “Eh, ketika ia bertemu dengan bule Eropa, dia sangat nyambung dan bisa jalan bareng. Kehidupan masa lalunya telah menyatukan mereka,” papar Maya.

 

Selain itu, melalui past life regression, orang dapat mengetahui tujuan hidupnya. “Kita sesungguhnya menjalani berbagai peran dalam bermacam kehidupan dengan spirit yang ada. Karena berevolusi, kehidupan jiwa manusia juga harus berkembang,” ujarnya serius.

 

Dalam salah satu kehidupan sebelumnya, Maya adalah seorang ‘dokter’ sukses namun kehidupannya hampa. Sosoknya ketika itu tak mensyukuri kesuksesannya dengan membantu orang lain. “Itu sebabnya, saya yang berlatar perhotelan malah bisa menyelami dunia healing (penyembuhan). Jika dulu sudah mengejar materi, kini saatnya ke next step, seperti peningkatan spiritual,” tuturnya.

 

 

 

 


2 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Saya seorang ibu RT, usia saya 27 tahun. Dari kecil hingga dewasa saya selalu merasa ketakutan. Rasa takut itu sangat membebani dan menyiksa saya sehinggs membuat saya stress. Rasa takut yang teramat itu jadi menghambat studi (gagal ujian, takut ketemu dosen, dll) dan mengganggu kehidupan RT saya jadi possesive dan protctive sekali dengan suami shg membuat kami sering bertengkar, ketika suami berangkat kerja saya takut ada apa2 di jalan sehingga membuat saya berdebar-debar terus. Sekarang saya juga sedang sakit (jantung berdebar kencang dan mau pingsan), saya sudah ke dokter dokter bilang baik2 saja dan hanya stress saja. Ketakutan itu seakan menjadi trauma mental bagi saya. saya tertarik dng past life regression yg mungkin dapat mengatasi ketakutan saya, tolong saya dibantu, bu

Komentar oleh tanti

Silakan hubungi Maya Safira Muchtar di L’Ayurveda Jakarta. Jika memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi saya di rh_nana@yahoo.com.

Komentar oleh Ratna




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: