It’s My Life


Asuransi, Helm, dan Sabuk Pengaman
Juni 15, 2008, 1:42 pm
Filed under: Umum

Tiba-tiba aja, seorang supir mobil pick up berhenti di tengah jalan. Di belakangnya tak ada kendaraan lain. Aneh, ada apa? Berhenti kok di tengah jalan. Ada masalah? Olala, rupanya si supir berhenti untuk memasang sabuk pengamannya. Lebih kurang 100 meter dari tempatnya berhenti, Pak Polisi sedang sibuk mengatur lalu lintas. Menjelang pembukaan Pesta Kesenian Bali di Niti Mandala Renon, Pak Polisi berjaga di mana-mana. Rupanya lagi, si supir takut kena tilang.

Urusan sabuk pengaman, tak ada bedanya dengan helm. Kalau tak ada polisi, sebagian masyarakat “bergaya” – biar wajahnya kelihatan atau terlihat gagah (?)- tak mau pakai helm. Untuk berjaga-jaga, mereka menggantungkan helm di sepeda motor. Nah, kalau nanti ada Pak Polisi melintas atau kelihatan sedang ada polisi berjaga, buru-buru pakai helm. Tujuannya jelas, agar tak kena tilang.

Lalu, apa hubungannya antara asuransi, helm, dan sabuk pengaman?

Asuransi, helm, dan sabuk pengaman hanya terasa dibutuhkan, saat kita berada dalam kondisi darurat. Kalau kita tak mengikuti suatu program asuransi, tentu saja kita tak akan ditilang pak Polisi. Coba ingat-ingat, Anda pernah didatangi pegawai perusahaan asuransi? “Aduh, maaf, saya nggak punya cukup uang.” atau “Nggak dulu deh, kayaknya aku nggak perlu asuransi saat ini.”

“Saya nggak perlu asuransi saat ini” identik dengan “saya nggak perlu pakai helm” atau “saya nggak perlu pakai sabuk pengaman”. Mengapa? Asuransi, helm, dan sabuk pengaman hanya dirasakan saat kita mengalami masa darurat. Bayangkan saja, kalau si pengendara sepeda motor yang tanpa memakai helm itu tiba-tiba kecelakaan. Kalau pakai helm, minimal kepalanya akan terlindungi. Walau tak menjamin selamat 100%, paling tidak memakai helm telah meminimalisasi risiko benturan di kepala akibat kecelakaan. Eh, itu pun dengan catatan: pilih, pasang, pakai helm dengan benar (persis salah satu saran dalam program “Safety Riding”). Pilih yang paling aman: melindungi bagian kepala bagian belakang secara keseluruhan. Pasang dan pakai dengan benar: kalau tali penjepit helm belum berbunyi “klik” saat dipasang, cek ulang! Pun demikian halnya dengan sabuk pengaman. Kalau kita pakai saat berkendara, risiko terpental atau dada terkena setir mobil (atau dashboard mobil!) saat kecelakaan, lebih kecil.

Bagaimana dengan asuransi? Banyak orang mengidentikkan ikut program asuransi sama dengan menghitung mati. Lho kok? Ya, karena konsep yang ditekankan keliru. Terbayang nggak, seandainya ada suami/istri sebagai pencari nafkah di keluarga meninggal? Mati itu tiba-tiba, sama dengan melihat Pak Polisi yang tiba-tiba ada di depan kita saat tak memakai helm atau sabuk pengaman. Sedih? Pasti. Lebih sedih lagi jika ternyata suami/istri yang ditinggalkan tidak bekerja, biasanya bergantung pada pasangannya. Urusan menghidupi keluarga selanjutnya tentu jadi masalah. Apalagi jika perempuan. Perempuan menikah, yang berhenti bekerja bertahun-tahun atau tidak pernah bekerja, lebih sulit mendapat pekerjaan. Tak sedikit perusahaan yang membuang berkas lamaran perempuan menikah lantaran tak mau direpoti masalah keluarga si perempuan, apalagi harus memberi cuti hamil 3 bulan dengan tetap membayar gajinya!

Itu sebabnya, asuransi sangat berguna saat masa darurat. Uang pertanggungan yang didapat dari pihak asuransi, bisa digunakan untuk menalangi saat terjepit karena tak punya penghasilan, sambil mencari sumber penghidupan lainnya. Atau, uang pertanggungan itu dipakai modal kalau mau buka usaha. So, kita mati pun tak bikin pasangan sedih berkepanjangan.

Oya, kalau mau murah, ikuti jenis asuransi whole life aja. Biaya lebih ringan, uang pertanggungan lebih besar. Uang pertanggungan hanya keluar saat peserta asuransi meninggal. Konsepnya, jangan buat pasangan kita sedih berkepanjangan!


8 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Saya kok sering denger kabar jelek tentang asuransi sih ? katanya ada asuransi yang ga mau bayar gitu … duh jadi pusing ikut asuransi

Komentar oleh Permana Jayanta

Hehehe itu karena orang lebih suka membicarakan sesuatu yang buruk dan yang buruk (entah itu benar atau tidak) cepat sekali menyebar😀 btw, ada berbagai penyebab perusahaan asuransi tidak membayar klaim yang diajukan. Misalnya, asuransi tersebut dalam masa lapse (tertanggung tidak membayar uang premi lebih dari 45 hari, umumnya begitu). Ketika terjadi musibah, ya susah mau diklaim. Tapi ada juga sih perusahaan asuransi yang berkinerja buruk, karena itu kita harus rajin-rajin cari tahu mana perusahaan asuransi yang mumpuni. Aku sendiri, sudah dua kali klaim asuransi kesehatan, lancar-lancar saja. Janjinya dibayar dalam jangka waktu dua minggu, eh, seminggu dah cair😀

Komentar oleh Ratna

ya mesti dibayar cepet..kl ngga, bs masuk koran ato blog yg ngeklaim tuh..🙂

alasan yg biasanya saya pake: “Saya dah punya asuransi anu..nanti deh kl ada rejeki lagi..” (nyatanya emang iya dah ada bbrp..lupa dah apa aja..)

Komentar oleh dani

hahaha..diitung-itung dan. jangan ampe lupa ama polis😀

Komentar oleh Ratna

orang bali memang masih kental dgn budaya “ampah”, kalau belum kena ya belum hati-hati…banyak lho kasus bisa jadi contoh. oya tentang asuransi perlu banget itu, saya mengasuransikan kendaraan saya, dan sudah terlindungi, lancar2 saja. tiga kali kena musibah, 1 x nabrak sendiri, 1 x ditabrak motor gara-gara anak sekolah asik bales sms sambil naik motor dan terakhir ditabrak bus travel, lumayan hancur belakang kendaraan, tapi berkat asuransi semua ditanggung nggak bayarr…

Komentar oleh okanegara

awalnya saya juga berpikir untuk apa asuransi, tapi kemudian saya berpikir seperti yang mbak ratna bilang..lagipula toh gak ada salahnya, cuma mang tetap harus dipelajari dulu perusahaan asuransinya, harus yang bisa dipercaya. btw, makasih ya berita DAKU!nya dah dimuat ditokoh. dalam waktu dekat akan saya hubungi lagi untuk meeting tim advokasi. makasih banyak mbak…

Komentar oleh via

penting lho asuransi itu, btw mbak ratna terimakasih sudah banyak bantu kisara ya

Komentar oleh remajabali

wuueei..jangan bikin malu. perasaan aku nggak banyak bantu hehehe

Komentar oleh erhanana




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: