It’s My Life


KPU Payah, Kepala Dusun pun tak Dapat Kartu Pemilih
Juli 9, 2008, 9:20 am
Filed under: Umum

Pagi ini dugaanku terbukti, KPU Bali tidak melakukan persiapan matang dalam pemilihan gubernur, terutama dalam hal pendataan nama pemilih. Namaku tidak tercantum dalam daftar pemilih. Sia-sia aku datang ke TPS V di Banjar Batanpoh, Sanur, banjar tempat tinggalku.

 

“Surat panggilan yang berwarna putih mana?” tanya petugas TPS. “Saya nggak dikasih Pak, saya cuma punya kartu pemilih,” jawabku. Kartu pemilih itu aku dapatkan ketika pendataan pemilihan walikota Denpasar, itu seingatku. Di balik kartu itu, terdapat ketentuan, ‘perlihatkan kartu ini kepada petugas TPS pada setiap penyelenggaraan pemilihan gubernur/wakil gubernur Bali atau pemilihan walikota/wakil walikota Denpasar’. Ternyata, kartu itu tidak berlaku. Sepertinya KPU lebih senang melakukan pemborosan dengan membuat kartu pemilih tiap kali ada pemilihan pemimpin di pulau ini.

 

Beberapa hari sebelumnya, ada petugas banjar datang ke kompleks perumahan tempat aku tinggal. Mereka mencari nama seseorang yang tidak ada di kompleks itu untuk diberikan kartu pemilih. Tentu saja kartu itu ditolak karena tak ada empunya. Ketika aku menanyakan punyaku, dia menjawab akan dikirim menyusul. Tetapi, hal itu tak pernah terjadi. Ibuku bilang, pakai KTP saja tak apa. Itu kata ibuku. Pakai kartu pemilih yang serupa saja tak boleh.

 

Aku komplain karena tak bisa memilih. Sejak ikut nyoblos tahun 1999, aku selalu terdata. Kali ini kok nggak. Kan aneh. “Tenang saja bu, sebagian warga di sini juga tidak dapat kartu pemilih. Nggak tahu nih KPU. Bapak saya yang kepala dusun saja nggak dapat kartu pemilih,” kata seorang petugas TPS. Nah lho. Kebangetan nih KPU.

 

“Coba cari ke Banjar Anggarkasih saja,” saran petugas yang lain. Katanya, data nama warga Banjar Batanpoh sebagian masuk ke Banjar Anggarkasih. Aneh, data warga kan sudah jelas tinggal di banjar mana. Kenapa juga bisa dipindah-pindah begitu saja? Wong kalau pindah tempat tinggal saja harus cepat-cepat ngurus perpindahan banjar. Sekarang banjar bisa dipindah seenak udelnya. Huh. Sudahlah, aku nggak milih saja. KPU payah.


4 Komentar so far
Tinggalkan komentar

wah, kok bisa ya, sayang sekali, padahal nyoblosnya sebentar

Komentar oleh okanegara

ternyata banyak juga yang nggak dapat kartu pemilih. barusan ketemu sama keluarga besarku. tetangga mereka juga banyak yang nggak dapat. bete bener. udah bela-belain datang buat nyoblos. kpu buang-buang uang aja buat sosialisasi tapi nggak dibarengi dengan logistik yang memadai.

*masih gondok*

Komentar oleh Ratna

sidane nyoblos opo dicoblos, mbak?😀

Komentar oleh anton

wakakakak enak dicoblos ae😀

Komentar oleh Ratna




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: