It’s My Life


Tak Ada Orang Ketiga di Antara Kita
Juli 20, 2008, 12:14 pm
Filed under: Bahasa

Tak ada orang ketiga di antara kita, kataku pada seorang teman. Tentu saja dia terkejut-kejut. Antara aku dan dia, memang tak ada hubungan spesial. Benar-benar sekadar teman. Lalu, mengapa harus ada orang ketiga?

“Pernyataanmu menunjukkan ada orang ketiga di antara kita.  Terima kasih atas perhatiannya. Bukankah itu merujuk kepada orang ketiga?” jawabku. Dia makin tak mengerti.

Sembari tersenyum menggoda, aku bilang, “Kata -nya merujuk kepada orang ketiga. Bukankah kamu mengucapkan terima kasih kepadaku, bukan kepadanya? Kita hanya berdua, tidak bertiga, berempat, atau berlima. Aku dan dia bisa menjadi orang pertama atau kedua. Kata ‘aku’ merujuk kepada orang pertama, kata ‘kamu’ merujuk pada orang kedua. Kalau kepadaku, tentu saja kau akan mengatakan, terima kasih atas perhatianmu, bukan perhatiannya. Karena tidak ada -nya di antara kita.”

Sst..nanti kalau pertama kali bertemu orang yang belum kita kenal, jangan tanyakan ‘siapa namanya’ lagi ya, tetapi sebut ‘siapa namamu’🙂

PS: segera ganti kata-kata -nya di tiap surat yang dikirim ya😀


13 Komentar so far
Tinggalkan komentar

haha, jadi inget kejadian dulu. nice article!

Komentar oleh anima

sori…..komenku nyasar ke tulisan ‘LEDAKAN’ he…..

Komentar oleh polos gen

hanyo, kejadian apa dulu itu?😀

Komentar oleh Ratna

meski komen di posting ‘ledakan’, aku jawabnya di sini ya. benar bro, ragam bahasa memang banyak. bahasa tulis dan bahasa lisan berbeda. ragam bahasa jurnalistik atau bahasa sastra juga berbeda. kesalahkaprahan juga kian merebak. perhatikan saja, artis-artis, pejabat, atau public figure yang kerap tampil di layar televisi. “kita senang bisa bulan madu ke hongkong”. eits, kita itu kan berarti pemirsa (termasuk saya dan sampeyan kalau pas nonton), terlibat di dalamnya. lah wong seharusnya kami kok hehehe (kebayang kalau bulan madu rame-rame🙂 )

itu pula sebabnya, kita harus berbahasa indonesia yang baik dan benar. artinya, kita gunakan ragam bahasa yang sesuai waktu, tempat, audiens. berbahasa indonesia yang baik dan benar itu kan bukan berarti sesuai eyd sepanjang waktu hehehe

Komentar oleh Ratna

Pertanyaan : Boleh tahu siapa namanya anda
jawab ; boleh

Berati dunai masih milik kita berdua tidak ada orang ketioga he he he

Komentar oleh bram wijaya

wow, saya baru sadar…

*malu dulu ujian bahasa indonesia dulu dapet 10

Komentar oleh wira

halo mbaknya…
mbaknya apa kabar?
salam kenal ya mbaknya…
lol

Komentar oleh viar

bram: nggak boleh, nggak boleh hahaha

wira: satu kalimat pakai dua kata dulu, mubazir :p tapi hebat euy, bahasa indonesia dapat 10.

viar: blinya blinya, salma kenal blinya😀

Komentar oleh Ratna

Hi Mba Ratna…. ingat saya? Saya dikenalkan oleh Bu Sulis dan sempat “dibaca”. Kapan bisa “baca” saya lagi? Saya yakin bahwa saya sampai di blog ini tidak karena kebetulan….hehehe….

Saya kira penggunaan “nya” dalam bahasa Indonesia sehari-hari agar kedengaran lebih sopan atau tidak terlalu kasar (direct). Orang Jepang juga jarang mau mengatakan “kamu” (anata). Kata itu sering tidak digunakan dalam percakapan.

Orang yang menggunakan bahasa Inggris juga sering menghidari agar tidak terlalu “direct”. Misalnya waktu pesan makanan di restoran ga ada yag akan mengatakan: “I want …” pasti “I’d like…” atau “…. please”. Mereka bahkan mempunyai banyak sekali cara mengekpresikan kesopanan mereka dalam bahasa. Pernah seorang temen bertanya : kenapa orang Indonesia terlalu “direct” (maksudnya sih kasar) dan disebutkanlah beberapa contoh dimana salah satunya adalah penggunaan kata “want” itu yang bagi mereka terlalu “direct”.

Saya amati penggunaan “nya” dalam bahasa Indonesia sehari-hari juga sering digunakan sebagai “the” dalam bahasa Inggris.

Sekarang tergantung bagaimana kita memandang suatu bahasa, karena bahasa terus berkembang sesuai perkembangan penggunanya dan makna dari suatu kata pun mengalami perkembangan.

Nah ketoang malu… karena saya lebih sering menggunakan “Siapa namanya?” daripada “Siapa namamu/anda?”

ps. Mbak Ratna… saya ingin “dibaca” lagi.. kapan bisa? mode serius on…

Komentar oleh agung

hahaha bli agung, nyampe juga ke blogku ini. memang bukan sebuah kebetulan😀

hhmm…sepertinya warna di tubuh sedang putih, item, merah nih bli hihihi

Komentar oleh Ratna

wah ini pelajaran bahasa toh ? kirain apa🙂

Komentar oleh Artha

hahaha iya, emang soal bahasa. kirain apa yoo..🙂

Komentar oleh Ratna

jadi ingat yus badudu..baru nyadar nih telah sering ada bahasa keliru.very nice article!

Komentar oleh okanegara




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: