It’s My Life


Buruknya Transportasi Umum di Denpasar: Minta Keberpihakan Pemerintah
Juli 25, 2008, 5:54 pm
Filed under: Umum

BURUKNYA pelayanan publik di sektor transportasi umum di Denpasar ibarat benang kusut. Dari tahun ke tahun, permasalahannya tetap sama namun seakan tak ada solusi. “Pembiaran” itu malah menambah runyam masalah: kendaraan pribadi meningkat terus, kendaraan umum bak hidup segan, mati tak mau.

Berdasarkan data Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Bali, pada tahun 2006, jumlah kendaraan pribadi di Denpasar mencapai 450.431 buah terdiri atas 89.413 mobil dan 361.018 sepeda motor. Pada tahun 2007, angka itu meningkat menjadi 479.229 buah terdiri atas 93.792 mobil dan 385.437 sepeda motor. Jumlah sepeda motor di Denpasar mencapai 33 persen dari total 1.097.583 sepeda motor di Bali pada tahun 2006. Mengutip data Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, jumlah keluarga di Denpasar pada tahun 2006 sebanyak 108.356 dengan jumlah penduduk sebanyak 458.337. Itu artinya, tiap keluarga rata-rata memiliki tiga sepeda motor dan hampir tiap satu keluarga memiliki satu mobil.

“Denpasar sekarang didominasi oleh sepeda motor,” ujar M. Agus Hartadi, S.E., Kepala Bagian Pelayanan Jasa Raharja Bali. Kondisi ini disebabkan karena tiga hal. Pertama, jaringan trayeknya tidak menjangkau semua tempat. “Akibatnya, tidak adanya kepastian apakah ada angkutan umum yang lewat dan jam berapa lewat,” kata Rai Ridartha, Ketua II Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Bali. Kedua, tarif angkutan umum yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh tingginya biaya operasional yang harus ditanggung oleh pengelola angkutan umum. Dalam kondisi sepi penumpang, biaya itu makin tinggi. Ketiga, faktor kenyamanan. “Kenyamanan transportasi umum di Denpasar tidak memadai. Armadanya sudah tua, kondisi fasilitasnya sangat buruk. Kenyamanan ini sangat jauh jika dibandingkan dengan kenyamanan yang ditawarkan kendaraan pribadi. Masyarakat cenderung memilih kendaraan yang nyaman. Kenyataannya, untuk memiliki sepeda motor di Bali sangat mudah. Uang mukanya ringan, cicilannya rendah,” papar pria kelahiran Pekanbaru, 4 Agustus 1965 itu.

Hal itu diamini Agus Hartadi. “Cukup dengan uang muka Rp 500 ribu, masyarakat sudah bisa membawa pulang sebuah sepeda motor. Angsurannya pun hanya Rp 350 ribu per bulan,” imbuhnya. Suami Sri Harmani Pujiastuti ini mengatakan, jika dibandingkan dengan pengeluaran biaya angkutan, cicilan itu jauh lebih rendah. Misalnya, tarif bemo sekali jalan Rp 6.000. Jika pergi-pulang satu tujuan, total yang dikeluarkan Rp 12.000. Dalam sebulan, total pengeluaran angkutan sebesar Rp 360 ribu. Itu baru satu tujuan, satu orang. “Dengan uang sebesar itu, kita sudah bisa membayar cicilan sepeda motor,” kata bapak tiga anak; Melati Purwakaning Tyas, Wahyu Akbar Adiguna, dan Fitri Rahmawati Ayuning Tyas, ini. Dalam keluarganya, ia pun terpaksa harus memiliki empat kendaraan sekaligus. “Saya dan istri tidak sempat mengantar anak-anak sekolah, mereka berangkat sendiri. Istri pun harus naik kendaraan sendiri agar kami tidak terlambat tiba di kantor,” tutur pria kelahiran Batang, 24 Mei 1959 itu. Angkutan umum pun tak menjadi pilihan keluarga Agus.

Masalah angkutan umum ini sesungguhnya mulai dirasakan sejak pariwisata Bali bergairah yang ditandai dengan makin tingginya daya beli masyarakat. Pada tahun 1990-an, masalah ini sudah pernah diwacanakan. Tahun 1993, bemo roda tiga yang beroperasi di Denpasar, diremajakan. Saat itu, jumlah sepeda motor masih sebanyak 169.576 buah. Sekarang, tersisa 1.047 bemo dengan 13 trayek, seperti Kereneng-Sanur; Kereneng-Sanglah; Ubung-Tegal. Tetapi, tidak semua bemo beroperasi. “Hanya 30 persen dari keseluruhan bemo yang beroperasi. Sisanya, sudah berubah bentuk, berubah fungsi, berganti menjadi plat hitam, atau dijual pemiliknya,” ungkap Drs. I Ketut Widi, S.H., Sekretaris DPD Organda Provinsi Bali.

Menurut Penelitian Bali Urban Infrastructure Project (BUIP), kinerja pelayanan angkutan umum sangat rendah. Hal itu antara lain ditandai rendahnya tingkat penggunaan (share) angkutan umum. Jumlah perjalanan orang menggunakan angkutan umum hanya 4,5 persen dari total perjalanan orang setiap hari di Denpasar dan sekitarnya. Idealnya, penggunaan umum suatu kota mencapai angka 70 persen. (Kompas, 26 Februari 2001). “Sekarang, load factor kami tidak lebih dari 2 persen,” kata Widi pensiunan Dinas Perhubungan tahun 2003 itu. Itu artinya, dari total jumlah kursi yang disediakan, hanya 2 persen yang terjual. Contoh, 10 bemo dengan kapasitas 10 orang, sama dengan 100 tempat duduk. “Dari 100 tempat duduk itu, hanya 2 kursi yang laku,” ujar pria kelahiran Singaraja, 1948 ini.

Keterpurukan angkutan umum, menurut Rai Ridartha, disebabkan dua hal yakni terpuruk karena dirinya sendiri dan tidak adanya proteksi pemerintah. Faktor trayek yang tidak menjangkau semua tempat, tarif yang tinggi, dan kenyamanan yang tidak memadai menjadi “pembunuh” angkutan umum secara internal.

Pada tahun 1997, pernah dibuka tujuh rute uji coba seperti Pedungan-Suwung Kauh sebagai bentuk tanggapan terhadap keinginan masyarakat. “Kami disubsidi Rp 30 ribu per kendaraan per hari selama tiga bulan. Ternyata, sepi penumpang. Supir tetap bekerja karena disubsidi. Setelah tiga bulan dan subsidi dicabut, supir tak sanggup. Mungkin karena waktu itu sepeda motor juga sudah banyak,” ujar Ketut Widi, lulusan Fakultas Hukum Universitas Negeri Jember tahun 1979 itu. Saat itu, jumlah sepeda motor sudah mencapai 267.234 unit. “Tak hanya itu, saya perhatikan, angkutan umum jurusan Abiansemal-Taman Ayun dan Kukuh-Kediri yang dulu ada, sekarang sudah mati,” imbuh Agus Hartadi.

Setelah kenaikan BBM menjadi Rp 6.000/liter, kenaikan tarif bukan menjadi solusi bagi angkutan umum di Denpasar. Alasannya, dengan tarif yang makin tinggi, dikhawatirkan jumlah penumpang makin merosot. Misalnya, sebelum kenaikan BBM, jumlah penumpang 100 orang. “Karena tarif naik, belum tentu 100 orang ini akan tetap naik angkutan umum. Bisa jadi mereka beralih moda transportasi,” kata Ketut Widi.

Di sisi lain, pemerintah masih memberi banyak kebebasan untuk kendaraan pribadi. Fasilitas parkir selalu ditingkatkan bahkan menjadi target pendapatan. Rambu lalu lintas selalu ada perkecualian untuk sepeda motor. “Mobil nggak bisa masuk, sepeda motor bisa. Akhirnya orang memilih sepeda motor. Angkutan umum malah nggak bisa masuk ke semua jalan. Seharusnya, angkutan pribadi yang dibatasi,” kata Rai yang ahli transportasi darat itu.

 

Tanggung Jawab Pemerintah

Pelayanan publik, termasuk angkutan umum, menjadi obligasi pemerintah. “Kami minta keberpihakan pemerintah,” ujar Ketut Widi. Saat ini, keringanan yang diberikan pemerintah kepada pengusaha angkutan umum baru sebatas pemberian diskon Bea Balik Nama (BBN) dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 40 persen sampai 60 persen. “Makin tua umur kendaraan, makin besar diskon yang diberikan. Kami berharap, BBN dan PKB hingga nol persen. Pemasukan dan pengeluaran kami nggak pernah cocok, merugi terus,” lanjutnya. Selain itu, menurut Rai Ridartha, beberapa daerah seperti Denpasar, pemerintah telah membebaskan biaya restribusi terminal.

Sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah, satu-satunya jalan saat ini adalah pemberian subsidi bagi angkutan umum. “Tidak dalam bentuk pengurangan harga bahan bakar tapi membayar biaya operasional kendaraan yang nilainya didapat dari masyarakat pengguna dan pemerintah menanggung selisihnya,” kata Rai, master engineering University of South Australia, Adelaide tahun 2000. Misalnya, tarif angkutan umum Rp 5.000. Kalau diberlakukan kepada masyarakat terlalu tinggi dan masyarakat bisa membayar Rp 2.500 saja, selisihnya dibayar pemerintah. “Operator tetap menerima hasil yang diharapkan, masyarakat menerima layanan yang diharapkan. Ini bagian tanggung  jawab pemerintah,” ujar Rai. Itu untuk transportasi publik yang harus disiapkan. Ada transportasi publik yang menjadi pilihan, misalnya taksi. Silakan biayanya tinggi, sesuai biaya operasional. Kalau nggak mau bayar mahal, mereka naik angkutan umum.

Dalam jangka panjang, persoalan transportasi umum harus dipecahkan dari akarnya. Pertama, restrukturisasi trayek. Dinas Perhubungan sudah melakukan kajiannya, tinggal implementasinya. Semua trayek diubah, disusun lagi menjadi trayek utama, cabang, dan ranting. Ada 17 trayek utama, 17 trayek cabang. Misalnya, trayek Bandara-Kita-Batubulan atau Bandara-Kuta-Petitenget. Jangkauannya pun diperluas, yaitu Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita). Hampir semua wilayah terjangkau angkutan umum dan diharapkan penumpang berpindah trayek maksimal dua kali.

Kedua, pemerintah harus memberi subsidi. Subsidi hanya diberikan di trayek utama dan cabang. Sekarang dalam satu hari baru ada 8.500 penumpang di Sarbagita. “Kalau jumlah ini naik sampai dengan 35 persen, pemerintah nggak perlu keluar subsidi. Hampir di seluruh dunia tidak ada transportasi umum yang tidak disubsidi pemerintah seperti Prancis dan Belanda. Busway di Jakarta juga disubsidi pemerintah seperti jalan dan halte,” lanjut Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Provinsi Bali itu.

Ketiga, memperbaiki angkutan lama biayanya terlalu besar. “Lebih baik diganti dengan kendaraan yang baru dengan catatan semua orang yang terlibat di operasional sebelumnya seperti supir dan pemilik harus masuk ke dalam sistem yang baru,” kata lulusan Public Management and Urban Government Institute for Housing and Urban Development Studies, Rotterdam tahun 2001 ini.

Lalu, kapan akan diimplementasikan? “Tinggal menunggu pemerintah,” tandas Rai. Program itu memerlukan dana lebih dari Rp 100 miliar tiap tahun, dengan jaminan tiap 10 menit ada kendaraan yang lewat di 3.000 titik pemberhentian, beroperasi mulai pukul 06.00 sampai 20.00 tiap hari, dan menggunakan kendaraan yang berpendingin udara. “Jangan menghitung besarnya uang yang keluar saja. Kompesasi bagi pemerintah, penggunaan bahan bakar berkurang, polusi berkurang, dan pengurangan waktu. Jika sebelumnya kita melewati Jalan Diponegoro dari ujung ke ujung selama 10 menit setelah itu menjadi lebih lancar, mungkin menjadi 7 menit. Nah, kalau itu dikalikan pendapatan tiap menit di Denpasar, kalikan dengan jumlah orang yang lewat, itu bernilai uang juga,” katanya.


10 Komentar so far
Tinggalkan komentar

pemerintah harusnya berani meloncat ke depan dengan menyediakan mass public transportation yang disubsidi pemerintah misalnya trem …. kapan ya hal itu terjadi di bali?

Komentar oleh agung

jangan mikirin trem dulu. yang ada aja nggak keurus hehehe

Komentar oleh Ratna

Menarik sekali! Bisa kah saya mengetahui jumlah public transportation di denpasar tahun 2006 dan 2007?
Saya ingin membandingkan dengan jumlah kendaraan pribadi di kedua tahun tersebut. Terima kasih.
(Ni Made @ Norway)

Komentar oleh Ni Made

Silakan ke Kantor Samsat. Data di sanalengkap. Atau, cari data di BPS Bali di Renon.

Komentar oleh Ratna

seharusnya harus ada langkah untuk membatasi kendaraan pribadi.jika tidak beban lalin akan bertambah

Komentar oleh dek sukma

I want to to thank you for this very good read!! I certainly
loved every little bit of it. I have got you bookmarked to check out new stuff you post…

Komentar oleh private concierge services

where to get tetracycline no doctors discounts american express
pharmacies tretinoin fake
tamsulosin tabs otc rx
i want ciplactin periactin in internet medicine no prescription iowa
i want flowmax tamsulosin in internet tabs overnight canada
purchase synthroid sale pharmaceutical saturday delivery
flexeril weight gain muscle spasm
buying topiramate in internet medicine no script washington
no prescription paroxetine generic moneygram find
buy frumil amiloride and furosemide ach fast
45 mg buy flexeril 15mg sore throat otc muscle pain and spasms ways to treat
tramadol 250mg how much it cost online zeichnen
acid pharmacy medicine aldactone chichester
buy in online priligy in internet pills no script mississippi
get alli online wire transfer fast south dakota
buy cod synthroid overnight cod accepted want
to buy cleveland
prednisone tetracycline cymbalta ambien
osteo uk buy atarax otc alternatives long term taking cost
reduced
cheap amoxil online paypal fast delivery california
where can i buy famvir on the internet
con tadalis pisello arkansas h1b visa under 20mg
cheap augmentin antibiotics drug fast montana
buy online aldactone discount fast
flomax use in women tamsulosin hydrochloride
order prandin novonorm medicine no rx
overnight purchase abilify fedex shipping
best price penisole respules
no script tretinoin mastercard diners club texas
tadalis welbutrin buy 100 acheter
to buy seroxat paroxetine in internet tabs fast uk

Komentar oleh without prescription tamoxifen 20mg

Mobic 15 mg online tablets no script
misoprostol shipped COD on saturday delivery
paypal surveys
cheapest synthroid cash on delivery
free overnight pharmacy metformin
pre toradol
buy vibramycin online overnight cod
singing online
L-lysine side effects with aricept
to buy lipothin diet pills in internet moneygram no rx washington
Micardis beau prix buy Micardis online
get lipothin in internet visa free shipping china
toradol no prescripti8on
buy keppra in New York
buying robaxin-750 online no rx
to buy stromectol strongyloidiasis discounts tabs
buy discount discount suhagra in AL
pharmacy valtrex no prescrption valtrex no script
survey online money
mobic same day delivery buy mobic online
Augmentin prescription online
Mobic pharmacie livrer à domicile annuaire
cheap ems shipping Neurontin 300 mg
cheaper Mobic 15 mg
get robaxin in internet diners club no script minnesota
get cash for surveys download
Buying keppra on line without prescription
aricept overnight US delivery
letrozole and overnight generic
buy methylprednisolone online illegal
buy methylprednisolone ebay
amsterdam clonidine where to get
letrozole with no prescription
buy tadalafil in tijuana
Metformin without rx
make money online australia
Medrol bestellen zur behandlung
saturday delivery overnight toradol
Symmetrel pharmacie en ligne Symmetrel tadalafil
voice over training nyc

Komentar oleh can you legally buy clonidine online

Very shortly this website will be famous among all blog people, due to it’s nice articles or reviews

Komentar oleh order ivermectin

Tulisan dan catatan yang sangat menarik untuk tahun 2008🙂

Masalah transportasi ini masih terus berlanjut sampai tahun 2016, karena penindakan yang berlarut-larut sehingga ada kesan “pembiaran.”

Komentar oleh Sandy Cerkiku




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: