It’s My Life


Menunggu Datangnya “Tsunami” HIV/AIDS
Agustus 31, 2008, 9:10 am
Filed under: Umum | Tag: ,

Baca berita koran pagi ini bikin aku terheran-heran. Kompleks pelacuran di Sanur maupun tempat lokalisasi lainnya akan ditutup. Alasannya, prostitusi adalah penyakit masyarakat. Sejak kapan di Sanur ada lokalisasi pelacuran? Sejak dahulu kala, di Sanur tidak ada lokalisasi pelacuran. Jika daerah Sanur disebut sebagai lokalisasi pelacuran, berarti di sana sebuah kompleks yang terdiri atas germo, pekerja seks komersial (PSK), dsb. yang tinggal dalam satu wilayah. Nyatanya, yang ada di daerah pelacuran di Sanur adalah germo, PSK, calo PSK, dan masyarakat sebagai penyedia bungalo-bungalo yang bisa disewa short time atau dipakai menginap. Mereka tidak berada di satu lokalisasi. Pemilik bungalo dan germo memang bertempat tinggal di Sanur. Tetapi, tidak demikian dengan PSK. Mereka menyebar, tidak tinggal bersama muncikari. Sebagian mereka memang bertempat tinggal di Sanur tetapi sebagian lagi menyebar, kos di daerah lain, seperti di Denpasar. Layaknya pekerja kantoran, mereka hanya datang ke daerah pelacuran itu pada saat jam kerja. Baca lebih lanjut

Iklan


Kalau Bisa Dipersulit, Kenapa Dipermudah?
Agustus 30, 2008, 8:17 am
Filed under: Personal | Tag:

Aku memang harus berterima kasih pada Pak Puasa, Kepala Biro Humas Pemprov Bali. Di tengah kejengkelan menghadapi sikap para birokrat yang berbelit-belit, Pak Puasa mau membantu.

13 Agustus, aku mengajukan surat permintaan data APBD Bali kepada Kepala Biro Keuangan Pemprov Bali. Sebenarnya, aku berharap bisa bertemu saja dengannya agar bisa mendapatkan data lebih cepat. Tetapi, sistem di sana tidak memungkinkan. Kalau mau minta data, harus pakai surat. Sistem ini yang paling aku hindari karena sudah tahu akan seperti apa jadinya surat yang aku kirim itu. Data ini untuk kepentingan penulisan. Jika data secara umum, aku bisa mendapatkannya melalui Biro Pusat Statistik tapi harus puas menerima data tahun 2007 (syukur-syukur kalau data itu sudah ada pula). Baca lebih lanjut



Garuda oh Garuda
Agustus 24, 2008, 9:40 pm
Filed under: Personal | Tag: ,

Perjalanan ke Jakarta Jumat (22/8 ) memberi pengalaman baru buatku. Ini kali pertama aku merasakan naik pesawat yang ditarik keluar dari landasan ke tempat parkirnya. Seluruh penumpang GA 409 jurusan Denpasar-Jakarta dibuat terkejut saat pesawat hendak mendarat. Pesawat tidak bisa berhenti sempurna, saat mengerem, seperti mengerem dadakan beberapa kali sehingga penumpang terguncang-guncang. Ini memang tidak seperti biasanya. Aku tidak sempat menghitung, tetapi lebih kurang empat kali hentakan, pesawat lalu berbelok di tengah landasan pacu. Tak lama kemudian, pesawat berhenti. Baca lebih lanjut



Fakta Waria: Siapa Laki-laki Siapakah Perempuan?
Agustus 11, 2008, 5:38 pm
Filed under: Gender | Tag:
DALAM bidang kedokteran reproduksi, studi tentang berbagai faktor yang mendasari perkembangan manusia, fisik maupun psikologis, dari masa prenatal sampai dewasa, telah lama dikerjakan. Berbagai segi tentang bagaimana terjadinya janin laki-laki dan perempuan dengan segala karakter yang menyertainya kini sudah mulai dapat dipahami. Baca lebih lanjut


Makelar Berbisnis Avanza ‘Bekas’ 0 Km
Agustus 10, 2008, 1:08 pm
Filed under: Umum | Tag:

Di Denpasar, Kijang Avanza sangat diminati calon pembeli mobil. Bukan sekadar diminati tapi juga laris manis. Kalau mau mendapatkan Avanza terbaru, calon pembeli harus rela menunggu antrian hingga enam bulan dengan uang panjar minimal Rp 10 juta. Kalau tak rela mengantri, ada pilihan lain: beli di makelar.

Saking lamanya mendapatkan Avanza dan banyaknya orang yang malas mengantri terlalu lama, tak sedikit para makelar -atau bahkan makelar dadakan- yang menjadikannya sebagai ladang bisnis nan segar. Para makelar itu akan ikut mengantri, membayar uang muka, dan mendapatkan Avanza terbaru dalam waktu enam bulan dan menjualnya dengan untung berlipat-lipat. Baca lebih lanjut



Kita Belajar Ya Bu Guru
Agustus 3, 2008, 5:35 am
Filed under: Umum | Tag:

DINUL memang bukan Inul. Dinul Qayyinah tak bisa goyang ngebor ala Inul Daratista, artis asal Pasuruan, Jawa Timur, itu. Meski bukan artis dan tak bisa goyang ngebor, Dinul dan Inul sama-sama punya fans. Bedanya, fans Dinul tak berteriak “one more, satu lagu lagi!” seperti fans Inul. Di sepanjang jalan setapak di antara ladang jagung, fans Dinul akan berteriak, “Bu Guru, Bu Guru, kita ngaji hari ini? Kita belajar ya Bu Guru.” Baca lebih lanjut