It’s My Life


Mencari Pasir Berbisik di Bromo
Desember 14, 2008, 7:51 am
Filed under: Umum | Tag:

BERWISATA ke Jawa Timur dapat menjadi sebuah alternatif pilihan liburan bagi keluarga. Apa saja ada di sana, mulai dari wisata sejarah, wisata alam, wisata belanja, wisata kuliner, sampai wisata bencana.

Kota Surabaya, ibu kota provinsi Jawa Timur hampir tak jauh berbeda dengan Kota Jakarta. Kota Pahlawan ini menjadi kota metropolitan kedua di Indonesia. Penduduknya padat. Meski begitu, rasanya kota ini masih lebih “lapang” dibandingkan Jakarta karena gedung pencakar langit belum sepadat seperti di Ibu Kota Indonesia.

Sama seperti Jakarta, Surabaya memiliki banyak pusat perbelanjaan baik grosir maupun eceran. Pasar Turi dan Pasar Atom menjadi tempat grosir terkenal di kota itu. Ada juga Tunjungan Plaza Surabaya, salah satu mal pertama di Surabaya yang tetap bertahan hingga saat ini. Siola dan Toko Nam, mal pertama lainnya kini sudah tidak beroperasi lagi. Berbelanja di Tunjungan Plaza kerap membuat pengunjung dari luar kota kebingungan. Alasannya, Tunjungan Plaza ini terdiri atas empat bangunan mal yang saling berhubungan. Ada Tunjungan I, Tunjungan Plaza II, Tunjungan Plaza III, dan Tunjungan Plaza IV. Kalau sudah asyik berkeliling, pengunjung dari Tunjungan Plaza I bisa tak sadar kalau mereka sudah berada di Tunjungan Plaza IV. Begitu juga sebaliknya.

Selain Tunjungan Plaza, ada juga mal yang lebih kecil, Delta Plaza. Jika ingin menikmati rujak cingur terenak di Surabaya, mampirlah ke mal di Jalan Pemuda ini. Dengan harga rujak cingur seporsi Rp 17.000, pembeli dijamin puas. Kalau suka sayur yang sudah direbus, minta saja rujak cingur ‘matengan’. Jika kita menyebut rujak cingur ‘mentahan’, maka penjual akan menambahkan buah-buahan seperti nanas, bengkuang, atau kedondong dalam menu rujak cingur.

Selain rujak cingur, nikmati pula es krim ala Eropa di Rumah Es Krim Zangradi di Jalan Basuki Rachmat. Rumah es krim ini mirip dengan rumah es krim Rogusta di Jakarta. Es krim produksi rumah tangga ini sangat lezat. Ada berbagai pilihan rasa yang tersedia seperti rum raisin, durian, cokelat, dsb. Cita rasanya sangat khas. Kalau tak tahan dengan aroma alkohol, hindari memilih es krim berasa rum raisin. Aroma rum-nya sangat menyengat.

Usai menyantap rujak cingur di Delta Plaza, sempatkan berkunjung ke Monumen Kapal Selam yang berjarak lebih kurang 100 meter dari mal itu. Monumen yang terletak di bantaran Kalimas ini merupakan kapal selam KRI Pasopati dengan nomor lambung 410, termasuk jenis SS tipe Whiskeys Class buatan Vladiwostok, Rusia, tahun 1962. Pada 29 Januari 1962, kapal selam ini mulai bergabung dengan jajaran TNI AL dengan tugas utama menghancurkan garis lintas musuh (antishipping), mengadakan pengintaian dan melakukan silent raids. Menurut Dijono, anggota TNI AL yang bertugas di monumen tersebut, kapal selam ini memiliki keistimewaan, tidak terdeteksi oleh kapal selam lain. Saat bertempur, hal ini menguntungkan pihak TNI AL.

KRI Pasopati ini sanggup melesat dengan kecepatan 18,3 knots di atas air dan 13,5 knots di bawah air. Bobot dalam kondisi penuh 1.300 ton. Sedangkan dalam kondisi kosong, beratnya ‘hanya’ 1.050 ton. KRI Pasopati memiliki panjang 76,6 meter dan lebar 6,3 meter dengan jarak jelajah 8.500 mil laut dan memiliki 12 torpedo yang masing-masing panjangnya 7 meter. Kapal ini terdiri atas tujuh ruangan yang berderet dari haluan ke buritan. Jika ruang dapur tersedia di kapal selam, tidak demikian halnya dengan kamar mandi. “Awak kapal selam tidak pernah mandi,” ungkap Dijono. Kapal ini dioperasikan dengan tenaga baterai berjumlah 224 berbahan bakar solar. Untuk mengoperasikannya, diperlukan 63 awal kapal. “Semuanya laki-laki,” katanya.

Kapal selam ini berjasa bagi perjuangan bangsa Indonesia. Salah satunya, dalam pertempuran Trikora yang memperjuangkan Irian Barat masuk kembali ke pangkuan RI. Kapal ini dinonaktifkan pada 25 Januari 1990 dan mulai dibangun sebagai monumen pada 1 Juli 1995. Pada 15 Juli 1998, monumen ini baru bisa dinikmati oleh masyarakat umum. Usai berkeliling di dalam kapal selam, kita bisa menonton tayangan film tentang KRI Pasopati di Video Rama.

Jejak Majapahit

Tempat wisata lain di Surabaya adalah Makam dan Masjid Sunan Ampel di Jalan K.H Mansyur. Makam dan Masjid Sunan Ampel ini merupakan bangunan tua bersejarah yang tetap terpelihara hingga sekarang. Arsitekturnya bergaya Jawa Kuno dengan motif Arab. Ada banyak lorong yang bisa ditempuh menuju tempat ini dengan melintasi rumah-rumah penduduk yang padat.

Sunan Ampel mendirikan masjid tersebut pada tahun 1421 M dan masih termasuk dalam wilayah Majapahit. Sunan Ampel yang wafat pada tahun 1481 dimakamkan di sebelah barat masjid. Ada lima gapura di sekeliling masjid, yaitu Gapuro Paneksen, Gapuro Madep, Gapuro Poso, Gapuro Ngamal, Gapuro Munggah yang melambangkan Rukun Islam, yaitu syahadat, salat, puasa, zakat, haji.

Seperti Pasar Tanah Abang di Jakarta, daerah Sunan Ampel ini menjadi salah satu tempat berbelanja bagi calon haji. Di sini terdapat toko-toko yang menjual bermacam-macam kebutuhan ibadah umat muslim dan suvenir. Dengan demikian, para haji bisa membeli oleh-oleh dengan harga lebih murah.

Dari Surabaya, tempuh arah ke barat, ke Mojokerto. Di Kecamatan Trowulan, kita bisa menjelajah jejak Kerajaan Majapahit. 80% koleksi Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Trowulan ini adalah peninggalan Kerajaan Majapahit. Trowulan adalah ibu kota terakhir kerajaan yang mengalami masa jaya pada saat pemerintahan Hayam Wuruk dan Gajah Mada itu.

Di Trowulan, kita bisa menemui bermacam-macam peninggalan sejarah seperti Candi Tikus, Candi Kedaton, Gapura Bajang Ratu, Kolam Segaran, dll. Kisahnya, Kolam Segaran ini merupakan tempat perjamuan zaman Majapahit. Usai jamuan makan, peralatan makan yang terbuat dari emas dsb. langsung dibuang ke kolam tersebut untuk menunjukkan betapa kaya Kerajaan Majapahit pada para tamu.

Museum ini memiliki lebih kurang 80 ribu koleksi benda purbakala mulai dari zaman prasejarah, zaman Hindu-Buddha, periode Islam sampai periode kolonial. Sejak 1 Januari 2007, museum ini ditetapkan sebagai Pusat Informasi Majapahit. Salah satu koleksi yang terdapat di sana adalah arca Wisnu naik garuda seperti Patung Garuda Wisnu Kencana di Jimbaran.

Jika menempuh perjalanan darat dari Surabaya ke Bali, sempatkan mampir ke Lumpur Lapindo. Nama Lumpur Lapindo ini mencuat sejak terjadinya semburan lumpur panas di lokasi pengeboran PT Lapindo Brantas di Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Sidoarjo. Lokasi ini kini berubah seperti kota mati. Di sekitar tanggul terdapat rumah-rumah penduduk, pertokoan, dan pasar tradisional yang rusak dan berantakan.

Lumpur Lapindo menjadi daya tarik wisata bagi warga yang belum pernah mengetahui dari dekat kondisi terakhir lokasi tersebut. Wisata bencana, begitu masyarakat menyebutnya. Lumpur Lapindo itu menutupi seluruh pemukiman yang ada di daerah tersebut. Lebih kurang 1 km dari lokasi Lumpur Lapindo, ada juga semburan gas baru, tepat di pemukiman warga. Ketinggian semburan melebihi tiang listrik yang ada.

Wisata Alam

Lokasi lain yang wajib dikunjungi adalah Gunung Bromo di Probolinggo. Pastikan supir mengemudi dengan hati-hati karena perjalanan menuju kawasan Gunung Bromo yang memiliki ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu sangat ekstrim.

Ada dua wisata yang bisa dinikmati di Bromo, yaitu wisata alam dan wisata budaya. Bromo terkenal dengan keindahan pemandangan alamnya. Jika di Sanur kita melihat matahari terbit di cakrawala pantai, maka di Bromo kita bisa menikmati pemandangan matahari terbit di puncak gunung. Kita juga bisa melihat Gunung Bromo, Gunung Batok dan Gunung Semeru dari kejauhan. Untuk menikmatinya, pengunjung harus menempuh perjalanan ke Penanjakan. Pukul 03.00 kita harus sudah berangkat. Medannya sangat berat. Karena itu, sebaiknya pengunjung menempuh perjalanan dengan menyewa jeep seharga Rp 300 ribu. Atau, bisa juga menggunakan jalur pintar melalui Pasuruan. Setelah itu, kita masih harus berjalan kaki. Jangan lupa gunakan mantel penghangat, tutup kepala, sarung tangan, dan penutup hidung karena hawa di sini sangat dingin. Di sekitar Penanjakan, banyak warung yang berjualan mi dan minuman hangat. Ada juga penjual jagung bakar dan persewaan jaket. Harga sewa jaket di warung Rp 10 ribu, di luar Rp 5 ribu.

Usai menikmati pemandangan matahari terbit, turun ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Taman nasional ini memiliki lautan pasir seluas 5.250 Ha dengan ketinggian 2.100 di atas permukaan laut. Sebaiknya menunggang kuda untuk mencapai kaki Gunung Bromo. Saat musim liburan, pemilik kuda akan menawarkan tunggangan Rp 100 ribu p.p. yang bisa ditawar menjadi Rp 50 ribu p.p. per kuda. Untuk mencapai puncak Gunung Bromo, kita harus mendaki 260 anak tangga yang terbuat dari beton. Selain melihat panorama kawah berdiameter lebih kurang 800 meter (utara-selatan) dan 600 meter (timur-barat), banyak pengunjung yang mencari ‘pasir berbisik’ di Bromo. Pasir Berbisik adalah judul film yang disutradarai oleh Garin Nugroho. Salah satu lokasi syutingnya di lautan pasir di kawasan ini. Lokasi itu kini disebut dengan Pasir Berbisik. Kalau mau ke sana, jangan lupa memberi uang tip bagi supir jeep.

Bagi yang ingin menikmati wisata budaya di Bromo, datanglah pada bulan Kesepuluh menurut penanggalan Jawa. Pada bulan itu, Suku Tengger yang beragama Hindu mengadakan upacara Yadnya Kasada, yaitu upacara melempar hasil bumi ke kawah Gunung Bromo sebagai persembahan. Upacara ini dilakukan tengah malam saat bulan purnama.

Jika ingin menginap di kawasan Bromo, banyak pilihan mulai losmen sampai hotel berbintang empat. Harganya pun terjangkau. Kalau mau lebih hemat, sewa saja rumah penduduk. Satu rumah biasanya disewakan Rp 350 ribu per malam plus sajian teh atau kopi hangat pada malam dan pagi hari.

Lebih kurang 25 km dari Bromo, tepatnya di Desa Lumbang, ada air terjun Madakaripura. Konon, daerah ini menjadi tempat semadi Gajah Mada hingga akhir hayatnya. Karena itu, di tempat parkir dibuatkan patung gajah Mada.

Air terjun ini memiliki ketinggian 200 meter. Keindahannya mengalahkan keindahan air terjun Gitgit di Buleleng atau air terjun Coban Rondo di Malang. Sayangnya, daerah di sana rawan longsor. Jalan setapak sejauh lebih kurang 1,5 km yang dibangun pemerintah menuju air terjun tersebut rusak akibat diterjang banjir bandang dan kejatuhan batu-batu besar. Karena itu, pengunjung harus menyeberangi sungai hingga enam kali. Sebaiknya menggunakan jasa pemandu jalan yang dilakoni warga setempat di desa itu agar perjalanan kita terasa lebih mudah. – rat

Media muat: Koran Tokoh Edisi 518 Minggu 14 Desember 2008.


7 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Hello ^_^!

Menarik sekali artikel kamu di sini. Saya dari Kuala Lumpur, planning untuk wisata di Bromo pada libur Tahun Baru Imlek di tahun hadapan. Bagaimana bisa mencari pasir berbisik ya? Harus sewa jeep nya dimana? Mohon sedikit nasihat dan tips ya.

Terima Kasih

Komentar oleh Abdul Q

Kalau nak ke Bromo, masuknya lewat kota Probolinggo saja. Terus lanjut ke desa Cemoro Lawang. Di sana banyak sekali jeep disewakan.

Komentar oleh otidh

Terima Kasih ya untuk info itu. So sewa jeep ngak sukar di sana ya.

Komentar oleh Abdul Q

Everything is very open with a very clear clarification of
the issues. It was really informative. Your site is useful.
Thanks for sharing!

Komentar oleh video

I need to to thank you for this wonderful read!! I certainly loved
every little bit of it. I have got you saved as a favorite to
check out new things you post…

Komentar oleh article emusic

Good post however I was wanting to know if you could write a
litte more on this subject? I’d be very grateful if you
could elaborate a little bit more. Thanks!

Komentar oleh review quest bars youtube

Wow that was unusual. I just wrote an very long comment but after I clicked submit my comment didn’t show up.
Grrrr… well I’m not writing all that over again.
Anyways, just wanted to say wonderful blog!

Komentar oleh true nutrition




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: