It’s My Life


Petani di Jepang Sarjana, di Israel Doktor
Januari 10, 2009, 5:24 pm
Filed under: Umum | Tag:

MASALAH yang dialami sektor pertanian di Bali ibarat lingkaran yang tak terputus. Satu masalah yang tidak teratasi akan menimbulkan rentetan masalah berikutnya.

Dalam makalah yang disampaikan pada Lokakarya Pengelolaan Lingkungan Hidup BKPSL Regional Bali – Nusa Tenggara di Denpasar, 27 April 2006 oleh I Wayan Sandi Adnyana dari Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Udayana, disebutkan lahan pertanian khususnya sawah banyak beralih fungsi ke lahan bukan pertanian seperti permukiman, industri dan ruko.  Dari  data tahun 1994 hingga tahun 2001 menunjukkan penurunan luas lahan sawah, sedangkan luas lahan untuk permukiman menunjukkan peningkatan. Luas lahan persawahan terus mengalami penurunan rata-rata  723,4 ha per tahun atau seluas  6.511 ha selama kurun waktu 1992-2001. Pada sisi lain,  penggunaan lahan untuk permukiman meningkat dari 6,3% (1992) menjadi 7,3% (1997) dan 7,9% pada tahun 2001 (Bappeda Bali, 2005a). Menurunnya luas lahan sawah menyebabkan beberapa lahan subak di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar menunjukkan penyusutan yang sangat tajam. Dari 180 ha lahan sawah yang ada di Subak Abianbase, Kuta sekarang masih tersisa 15 ha.  Subak Ulun Tanjung, Legian yang dulunya 80 ha, saat ini hanya tersisa 1 ha. Di Kota Denpasar, Subak Sanglah dan Subak Tegal Injung sudah punah (Bali Post, 25 Agustus, 2006).

Dari data Bali Membangun 2002, tercatat alih fungsi lahan yang terjadi mencapai sekitar 1.000 ha/bulan. Berdasarkan data BP DAS Unda Anyar tahun 2004, luas lahan kritis Bali yang berada di luar maupun di dalam kawasan hutan mencapai 305.035 ha. Dalam dua tahun sejak 2002, terjadi kenaikan luas lahan kritis di dalam dan luar kawasan hutan sekitar 18.097 ha dan kawasan hutan di Bali pun makin menyempit. Catatan akhir tahun Bali Post pada 2006, hampir 20,4% atau 26.675 ha hutan di Bali masih kritis. Jumlah ini sebenarnya menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 55.313 hektar dari 130.686 ha.

“Bali menghadapi masalah krusial di bidang pertanian,” ujar Prof. Dr. Dewa Ngurah Suprapta, M.Sc., Direktur Program Pascasarjana Universitas Udayana. Pertama, lahan pertanian relatif sempit. Rata-rata kepemilikan lahan pertanian 0,36 ha per petani. Luas itu tidak ekonomis untuk dijadikan skala usaha pertanian. Kedua, jumlah petani terlalu banyak, yaitu 636 ribu orang dibandingkan luas lahan yang sempit. Pendidikan petani juga relatif rendah, yaitu 80% hanya tamat SD atau tidak tamat SD. “Dengan luas lahan yang sempit, pendidikan petani rendah, masalah itu jadi bertubi-tubi,” kata Suprapta. Alasannya, inovasi teknologi, akses terhadap informasi, dan adaptasi terhadap teknologi baru menjadi sulit. Ikutan lain, harga hasil pertanian berfluktuasi. Saat musim panen harga hasil pertanian rendah, saat musim paceklik harganya mahal sekali. Kondisi harga yang berfluktuasi, petani yang memiliki akses pasar yang rendah, jadi terbatas dan serbasalah. Petani hanya memunyai sedikit hasil pertanian dan kalau dijual sendiri menjadi tidak ekonomis. “Akhirnya hasil itu dititip kepada orang dan orang yang menjual yang mendapat keuntungan. Petani tetap berpendapatan rendah,” lanjutnya.

Ketiga, pendapatan petani yang rendah berdampak pada produktivitas. “Petani tidak bisa optimal dalam pembiayaan produksi mereka. Mau beli pupuk, mereka tidak punya cukup uang. Mungkin mereka hanya bisa separuh, dsb.,” kata Suprapta. Keempat, dalam kondisi yang serbaterbatas, dalam 20 tahun terakhir, investasi di bidang pertanian sangat rendah dibandingkan investasi di bidang pariwisata. Akibatnya, produktivitas rendah, pendapatan rendah, kesejahteraan petani juga rendah. Kebanyakan petani termasuk rumah tangga miskin.

Jalan Keluar

Permasalahan di sektor pertanian itu tetap ada kalau semua pemangku kepentingan tidak berusaha melakukan terobosan. Menurut pakar di bidang pertanian ini, jumlah petani harus dikurangi agar berbanding rasional dengan luas lahan pertanian. Minimal, satu orang petani memiliki tanah 1 ha agar memunyai nilai ekonomis. Sektor nonpertanian harus bersinergi dengan sektor pertanian. Ada kecenderungan, tenaga kerja yang tak terdidik memilih sektor pertanian akibat tak tertampung pada sektor yang lain. Hal ini makin membebani sektor pertanian.

Petani juga harus berpendidikan, minimal tamatan SMA. Dengan demikian, daya serap terhadap aplikasi teknologi makin mudah. Selain itu, pendidikan yang tinggi juga diperlukan bagi petani karena mereka harus bisa merencanakan produksi, mengakses pasar, dsb. Di negara maju, petani minimal tamatan SMA. Di Jepang, petani rata-rata berpendidikan sarjana. Di Israel, doktor pun jadi petani. “Mereka memunyai akses pasar sehingga tahu keperluan pasar. Misalnya pasar membutuhkan bunga, mereka menanam bunga. Di pertanian perlu kreativitas tinggi,” imbuhnya.

Petani yang ada sekarang memerlukan pengetahuan informal yang bisa didapat melalui petugas penyuluhan lapangan. Sayangnya, jumlah penyuluh lapangan ini sangat terbatas, bahkan terus berkurang. Saat ini, hanya tercatat 700 penyuluh lapangan. Artinya, satu orang penyuluhan lapangan bertugas membina 1.000 petani. Angka ini tentu tidak rasional. Karena itu, jumlah penyuluh lapangan ini harus diperbanyak. Tenaga itu harus memiliki kemampuan yang cukup tinggi, akses terhadap teknologi dan pasar harus bagus serta minimal sarjana pertanian.

“Sistem pertanian juga harus dibenahi,” katanya. Balai Penyuluh Pertanian yang ada di masing-masing kecamatan harus difasilitasi. Jika Sejak penerapan otonomi daerah, koordinasi antara kabupaten/kota dengan provinsi tidak terlalu baik. Tiap kepala daerah kabupaten/kota tidak memiliki kepedulian yang sama terhadap masalah pertanian, termasuk kepedulian terhadap pemberdayaan penyuluh pertanian. “Jika Balai Penyuluh Pertanian dilengkapi dengan fasilitas seperti internet, tentu ini bisa membantu petani mengakses pasar dengan pendampingan dari petugas penyuluhan pertanian.

Pemerintah juga harus memperbanyak paket-paket teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas lahan. Misalnya, teknologi yang memungkinkan pertanian di lahan sempit berproduksi tinggi. Karena itu, diperlukan anggaran riset yang memadai. Anggaran riset ditetapkan sebesar 1% dari anggaran belanja pemerintah selama ini tak pernah terealisasi.

Pertanian Bali memerlukan investasi. Pemerintah harus memberi fasilitas kepada investor di bidang pertanian, yang berbeda dengan investor di bidang pariwisata. “Perlu semacam pemihakan pemerintah terhadap investor pertanian. Investasi di bidang pertanian sangat riskan dan memiliki tingkat kegagalan yang tinggi karena itu perlu diberi insentif berupa insentif pajak, perizinan, dsb.,” kata Suprapta.

Petani Binaan

Keberpihakan pada petani juga harus dilakukan oleh pelaku di sektor pariwisata yang menjadi andalan Bali. Saat ini, menurut Suprapta, tidak ada hubungan yang sinergis antara sektor pertanian dan pariwisata Bali. Contoh, pengelola hotel dan restoran di Bali lebih memilih produk impor daripada produk lokal dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi mereka. “Akan lebih baik kalau tiap hotel dan restoran memiliki petani binaan,” anjurnya.

Dukungan pemerintah juga diperlukan. “Analisa saya, kita memerlukan lahan pertanian abadi. Kita harus memiliki lahan persawahan seluas minimal 80 ha untuk bisa menghidupi 3 juta penduduk di Bali,” cetusnya. Untuk itu, diperlukan keseriusan pemerintah dalam mengendalikan penggunaan tata ruang yang ada. “Pemerintah harus tegas. Kalau lahan yang sudah diplot itu beralih fungsi, berarti kesalahan pemerintah karena mereka yang mengeluarkan izin,” katanya.

Dalam tahun ini, krisis global menjadi pukulan cukup telak bagi petani. Harga hasil pertanian turun, sampai 30% akibat turunnya daya beli masyarakat global. “Ongkos petik kelapa saja sekarang tak terbayar. Krisis global akan berdampak pada petani kita dan ini akan bergulir ke mana-mana,” ujarnya mengingatkan. – rat

Media muat: Koran Tokoh, Minggu, 4 Januari 2009


26 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Pertanian yang market driven ya mbak. Setuju.

Komentar oleh Budhi

hi..makasih dah mampir dan berkomentar.

Komentar oleh Ratna

saya sedang tertarik untuk meneliti kesejahteraan petani yang saya ambil dari aspek perkembangan industri pariwisata,,mungkin mbak bisa menulisnya juga dengan lebih menarik…
semangat dan sukses…
salam

Komentar oleh indira

What’s Happening i am new to this, I stumbled upon this I have found It positively useful and it has helped me out loads. I hope to contribute & assist other users like its helped me. Great job.

Komentar oleh instant payday loans

Hi there I am so grateful I found your website, I really found you by accident, while I was researching on
Aol for something else, Regardless I am here now and would just like to say thanks a lot for
a tremendous post and a all round interesting blog (I
also love the theme/design), I don’t have time to
look over it all at the moment but I have book-marked it and also added
in your RSS feeds, so when I have time I will be back to read much more,
Please do keep up the excellent b.

Komentar oleh http://smartwebformula.net

Wow! This blog looks exactly like my old one!
It’s on a completely different subject but it has pretty much the same layout and design. Superb choice of colors!

Komentar oleh popup domination bonus

Do you have a spam issue on this blog; I also am a blogger, and I was wondering your situation; many
of us have created some nice methods and we are
looking to trade techniques with others, why not shoot me an email if interested.

Komentar oleh Karina

An outstanding share! I have just forwarded this onto a coworker who was doing a
little research on this. And he in fact ordered me dinner because I discovered it for him.
.. lol. So allow me to reword this…. Thank YOU for the meal!

! But yeah, thanx for spending some time to talk about this matter here on your web page.

Komentar oleh Pure Super Green Coffee Bean Extract 800 Mg Review

This article is truly a nice one it helps new the web users,
who are wishing for blogging.

Komentar oleh Margie

What’s up, I desire to subscribe for this website to get most up-to-date updates, therefore where can i do it please help out.

Komentar oleh Berjaya Hotels Discount Code

Attractive section of content. I just stumbled upon your site and
in accession capital to assert that I get actually enjoyed account your blog posts.
Any way I’ll be subscribing to your feeds and even I achievement you access consistently rapidly.

Komentar oleh Samantha Wills Coupon Code

Hi! I know this is kinda off topic nevertheless
I’d figured I’d ask. Would you be interested in exchanging links or
maybe guest writing a blog post or vice-versa? My blog discusses a lot of the same
topics as yours and I believe we could greatly
benefit from each other. If you are interested feel
free to send me an email. I look forward to hearing from
you! Excellent blog by the way!

Komentar oleh https://sites.google.com

Hi it’s me, I am also visiting this website regularly, this web page is really fastidious and the users are genuinely sharing good thoughts.

Komentar oleh Marlon

Hi there, I discovered your website by the use of Google while looking for a comparable matter,
your site came up, it appears good. I’ve bookmarked it in my google bookmarks.
Hello there, just became alert to your blog via Google, and found that it’s really informative.
I’m going to watch out for brussels. I will be grateful if you happen to proceed this in future. Lots of folks can be benefited from your writing. Cheers!

Komentar oleh Localphone Coupon Code

I think the admin of this web site is in fact working hard for his website, since here every data
is quality based information.

Komentar oleh http://babymonitorsdirectcouponcode.wordpress.com/

Greetings! Very useful advice in this particular
post! It is the little changes that make the most significant changes.
Many thanks for sharing!

Komentar oleh Crestline Coupon Code

Fastidious answer back in return of this difficulty with solid arguments
and telling everything on the topic of that.

Komentar oleh web site

For most recent news you have to pay a quick visit internet and on the web I found
this site as a best site for hottest updates.

Komentar oleh sites.google.com

Wonderful blog! Do you have any tips and hints for aspiring writers?

I’m planning to start my own blog soon but I’m a little lost on everything.
Would you recommend starting with a free platform like WordPress
or go for a paid option? There are so many options out
there that I’m totally overwhelmed .. Any tips? Kudos!

Komentar oleh discount code www.youtube.com

Hello this is kinda of off topic but I was wondering if blogs use WYSIWYG editors or if
you have to manually code with HTML. I’m starting a blog soon but have no coding experience so I wanted to get guidance from someone with experience. Any help would be enormously appreciated!

Komentar oleh Manuela

Hi, every time i used to check webpage posts here in the early hours in
the break of day, since i love to gain knowledge of more and
more.

Komentar oleh Lose weight

Usually I do not read post on blogs, however I wish to say that this write-up very forced me to take a look at and do
so! Your writing style has been amazed me. Thanks,
quite nice article.

Komentar oleh Austin Reed Discount Code

My brother recommended I might like this web site. He was entirely
right. This post actually made my day. You cann’t imagine simply how much time I had spent for this information! Thanks!

Komentar oleh Lakeland Leather voucher code

Hi there very cool website!! Man .. Beautiful .. Superb ..
I will bookmark your site and take the feeds additionally?
I’m satisfied to search out numerous helpful info right here in the put up,
we’d like work out extra strategies on this regard, thank you
for sharing. . . . . .

Komentar oleh Van Mildert discount code

You ought to take part in a contest for one of the greatest
blogs on the internet. I will highly recommend this website!

Komentar oleh Ultimate Outlet Coupon Code

Hi colleagues, how is the whole thing, and what you desire to say about this article, in my view its actually remarkable for me.

Komentar oleh Best Heating Voucher code




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: