It’s My Life


Memahami Polis
Juni 2, 2009, 6:53 am
Filed under: Pendidikan, Umum

Kejadian ini dialami saudara ipar sepupuku. Saat suaminya mengikuti program asuransi pendidikan “Beasiswa Berencana” di Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912, ia keberatan. “Uang kita tak cukup untuk membayar asuransi,” katanya. Si suami tak peduli. Biaya pendidikan dari tahun ke tahun bukannya kian murah tetapi malah makin mahal. Ia lebih rela menyisihkan hampir Rp 200 ribu per bulan daripada uang itu digunakan untuk membeli makanan cepat saji tiap minggu yang pasti harganya lebih mahal dan tak ada sisanya.

Tak sampai berjalan setahun, sang suami meninggal. Beruntung, ia sempat memaksakan kehendak mengikuti program asuransi. Karena setelah kematiannya, si istri menerima uang santunan dari AJB Bumiputera 1912 untuk keberlangsungan pendidikan anaknya, sesuai harapan sang ayah.

Tetangganya terkejut. “Ternyata, perusahaan asuransi itu nggak bohong ya? Meski belum ikut asuransi setahun dan mati, sudah dapat santunan,” ujar salah satu tetangga. Karena peristiwa itu, beberapa orang langsung mengikuti program asuransi pendidikan.

Semudah itu mendapatkan santunan? Ya, tentu saja. Asal, ada beberapa hal yang harus dipenuhi.

Membaca Polis

Usai menerima polis, banyak nasabah asuransi yang tak membaca polis mereka. Padahal, itu adalah hal yang penting. Agen asuransi biasanya hanya menjelaskan mengenai manfaat asuransi yang akan didapatkan nasabah dan hampir semuanya tak pernah menjelaskan mengenai hal-hal yang dapat membuat pertanggungan menjadi batal, berakhir, atau prosedur klaim. Ironisnya, nasabah pun tak peduli dengan polis yang sudah diterimanya. Begitu diberikan, langsung disimpan. Syukur-syukur kalau menyimpan di tempat khusus menyimpan dokumen. Jika tidak, kelak dia akan kebingungan mencari polis itu ditempatkan. Kalau sudah menerima polis, dianggap semuanya sudah beres. Padahal, itu baru langkah awal dari sebuah program yang berjalan beberapa tahun.

Memahami polis, itu yang aku lakukan tiap kali menerima polis dari program asuransi yang aku ikuti. Bahasa polis menggunakan bahasa hukum, yang kerap kali harus kutanyakan ulang pada agen asuransi. Karena menurutku, agen asuransi adalah seorang konsultan. Dia bukan penjual asuransi semata yang dengan mudah meninggalkan nasabahnya sesudah melakukan transaksi penjualan. Jika ada agen asuransi yang bersikap “hit and run” seperti itu, sebaiknya dihindari.

Perusahaan asuransi memiliki ketentuan yang berbeda-beda meski pada umumnya ada kemiripan. Karena itu, selalu membaca polis yang didapat menjadi hal yang sangat penting.

Pertama, mengenai surat permintaan asuransi jiwa. Tiap calon nasabah yang akan mengikuti program asuransi selalu diminta mengisi formulir dan menandatangani surat permintaan asuransi jiwa untuk dikirim kembali kepada perusahaan asuransi. Surat permintaan asuransi itulah yang menjadi dasar perjanjian asuransi antara pemegang polis dan perusahaan asuransi. Karena itu, bersikap hati-hati dan jujur saat mengisi formulir sangat penting. Jawab semua pertanyaan apa adanya. Kalau pernah sakit tertentu, sebut saja. Jangan ditutup-tutupi. Ada beberapa agen asuransi yang menyarankan untuk berbohong tentang riwayat kesehatan calon pemegang polis, jangan dituruti. Mereka tahu itu salah tetapi demi pencapaian target pribadi, mereka membenarkan tindakan itu. Risikonya, jika keterangan yang dinyatakan dalam surat permintaan asuransi atau laporan pemeriksaan kesehatan tidak benar atau palsu, sedangkan perjanjian asuransi telah berjalan, maka perjanjian asuransi tidak berlaku lagi.

Kedua, mengenai pembayaran premi. Sesungguhnya, premi asuransi sifatnya tahunan, tetapi dengan persetujuan perusahaan asuransi, premi bisa dibayar dengan diangsur; bulanan, per triwulan, atau per semester. Premi ini harus dibayar di muka. Beberapa perusahaan menetapkan cara yang berbeda-beda dalam cara pembayaran. Ada yang menyiapkan juru tagih ke rumah-rumah, sistem transfer ke nomor rekening perusahaan asuransi, debet rekening tabungan atau kartu kredit. Semuanya punya kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Pakai sistem pembayaran apa pun, yang pasti uang premi harus diterima perusahaan asuransi sesuai perjanjian yang disepakati di awal kontrak. Kalau menggunakan juru tagih, pastikan menerima kuitansi pembayaran dari agen asuransi. Hal itu sebagai dasar klaim jika terjadi masalah di kemudian hari, terutama kalau agen asuransi tidak menyetorkan uang tersebut ke perusahaannya. Hal lain, jika agen asuransi tidak datang menagih, kita harus tetap membayar premi tersebut dengan mendatangi perusahaan asuransi. Begitu juga kalau menggunakan sistem transfer bank. Bukti transfer melalui bank juga harus kita simpan.

Jika pembayaran menggunakan sistem debet rekening tabungan, pastikan ada dana yang mencukupi untuk membayar asuransi dalam rekening itu. Kalau memang rekening tersebut itu khusus untuk debet asuransi, berikan kelebihan dana sebagai saldo minimal yang harus diendapkan dan biaya administrasi rekening. Bila saldo tabungan terlalu pas dengan biaya asuransi, bisa-bisa rekening tabungan tidak terdebet. Begitu juga kalau menggunakan sistem pembayaran dengan kartu kredit. Pastikan ada sisa kredit yang bisa didebet. Selain itu, selalu informasikan kepada perusahaan asuransi jika berganti nomor dan penerbit kartu kredit agar mereka bisa memindahkan proses pendebetan ke kartu kredit yang baru.

Ketiga, mengenai masa leluasa. Masa leluasa diberikan kepada nasabah asuransi yang belum membayar kewajibannya. Tiap perusahaan menetapkan masa leluasa yang berbeda-beda. AJB Bumiputera 1912 misalnya, memberikan masa leluasa 30 hari untuk membayar premi lanjutan terhitung mulai tanggal jatuh temponya atau satu bulan kalender jika mulai asuransinya tanggal satu. Jika melewati rentang waktu tersebut, secara otomatis polis menjadi batal. Risikonya, jika tertanggung meninggal dunia setelah masa leluasa, santunan tidak akan dibayarkan. Tetapi, jika tertanggung meninggal pada masa leluasa, semua tunggakan premi beserta bunganya akan dikurangkan dari santunan.

Keempat, mengenai pemulihan polis. Polis yang batal atau polis bebas premi dapat dipulihkan kembali. Tiap perusahaan menentukan masa pemulihan polis yang berbeda-beda. Ada yang dua tahun, tiga tahun, atau lima tahun sejak polis menjadi batal. Biasanya diperlukan pemeriksaan kesehatan atas kesehatan tertanggung dengan biaya pemeriksaan menjadi beban pemegang polis sepenuhnya. Perusahaan asuransi juga berhak menolak pemulihan polis berdasarkan penilaian kesehatan tertanggung dan pertimbangan perusahaan. Untuk memulihkan polis, harus disertai dengan pelunasan semua tunggakan premi berikut bunganya dan lain-lain utang yang berhubungan dengan polis.

Kelima, menghentikan pembayaran premi. Pemegang polis dapat menghentikan pembayaran premi yang dilakukannya jika tidak dapat atau tidak ingin melanjutkan perjanjian asuransi yang telah disepakati dengan mengajukan permintaan secara tertulis.

Jika pemegang polis melakukan premi secara terus-menerus sebelum pembayaran premi dihentikan atas kehendaknya, maka polis memiliki nilai tunai yang saat dan besarnya nilai tunai ditentukan oleh perusahaan asuransi berdasarkan perhitungan aktuaria. Nilai tunai adalah sejumlah uang yang akan dibayarkan kepada pemegang polis jika perjanjian asuransinya dihentikan sebelum masa asuransinya berakhir. Perusahaan asuransi dapat menebus polisnya dengan ketentuan polis tersebut masih berlaku, dapat ditebus, dan memiliki nilai tunai.

Keenam, pinjaman polis. Polis yang telah memiliki nilai tunai dapat dijadikan jaminan pinjaman polis sesuai peraturan yang ditetapkan perusahaan asuransi. Pinjaman itu akan dikenakan bunga dan peminjam dikenakan bunga atas pinjaman serta berkewajiban membayar angsuran dan bunga pinjaman sesuai perjanjian. Jika pada suatu saat, sisa pinjaman polis dan bunganya sama dengan atau lebih besar daripada nilai tunai polis yang dijadikan jaminan, maka pada saat itu juga polis menjadi batal. Kalau pada saat pembayaran santunan atau nilai tunai terdapat sisa pinjaman polis, sisa pinjaman dan bunganya akan dikurangkan dari pembayaran tersebut.

Ketujuh, pembayaran santunan. Ada dua hal yang sangat penting dalam hal pembayaran santunan, yaitu ahli waris dan dokumen yang diperlukan untuk mengajukan permintaan santunan. Siapa pun yang disebut sebagai penerima santunan dan tertuang dalam polis, maka dialah yang berhak menerima santunan tersebut. Nama penerima santunan bisa diganti kapan saja jika diinginkan pemegang polis dengan mengajukan permintaan tertulis kepada perusahaan asuransi.

Saat mengajukan permintaan santunan, ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi oleh penerima santunan. Jika tertanggung masih hidup, faedah asuransi akan diterima olehnya dan biasanya hanya memerlukan polis asli dan identitas diri. Untuk klaim meninggal dunia, surat pengajuan permintaan santunan, polis asli/polis pengganti, kuitansi pembayaran premi terakhir yang sah, surat keterangan kematian dari pemerintah daerah setempat, surat keterangan kematian dari dokter/rumah sakit dalam hal tertanggung meninggal dunia dalam perawatan dokter/rumah sakit, surat keterangan dari kepolisian jika tertanggung meninggal dunia akibat kecelakaan, identitas diri (kartu keluarga dan tanda pengenal) serta dokumen lain jika diperlukan perusahaan asuransi. Untuk klaim rawat inap di rumah sakit, penerima santunan harus memberikan rincian biaya perawatan di rumah sakit, kuitansi asli/legalisir dari rumah sakit, fotokopi identitas diri, serta dokumen lain yang diperlukan perusahaan asuransi.

Karena bukti pembayaran asuransi menjadi hal yang sangat menentukan dalam pengajuan santunan, kita harus rapi dalam pendokumentasian. Simpan kuitansi pembayaran asuransi terakhir. Jika menggunakan sistem pembayaran debet rekening tabungan, simpan buku tabungan tersebut. Begitu pula jika menggunakan sistem pembayaran debet rekening kartu kredit. Simpan lembar tagihan yang dikirim oleh penerbit kartu kredit Anda karena di sanalah tertera pendebetan untuk pembayaran asuransi.

Perhatikan pula jangka waktu pengajuan permintaan santunan karena tiap perusahaan menetapkan jangka waktu yang beda-beda. Ada yang menetapkan maksimal 30 hari sejak kejadian, ada pula yang satu tahun sejak kejadian. Kecepatan perusahaan asuransi dalam proses pencairan santunan ditentukan juga oleh kelengkapan dokumen yang diperlukan. Karena itu, pastikan semua dokumen yang diperlukan dalam pengajuan santunan sudah dilengkapi agar santuan cepat cair.

Terbuka pada Keluarga

Baguslah jika kita sudah mengikuti program asuransi. Bagus juga jika kita sudah memahami isi polis asuransi yang kita ikuti. Pertanyaannya kemudian, apakah keluarga kita mengetahui bahwa kita mengikuti program asuransi tersebut?

Menjadi kewajiban siapa pun peserta program asuransi jiwa untuk menjelaskan kepada keluarga dan ahli waris tentang program asuransi yang mereka ikuti. Karena bagaimana pun, merekalah yang akan mengurus permintaan santunan seandainya kita sebagai tertanggung meninggal dunia. Pengetahuan tentang program asuransi yang kita ikuti, termasuk prosedur pengajuan klaim harus pula diketahui oleh mereka. Program asuransi yang kita ikuti akan menjadi sia-sia jika tak diketahui oleh keluarga kita, terutama ahli waris.


6 Komentar so far
Tinggalkan komentar

saya mw tanya……adakah resiko jika mngikuti asuransi beasiswa berencana in??bgmn proses jk ingin mengikuti program ini??dari pendaftaran-penerimaan polis??

Komentar oleh fenyka

Silakan hubungi kantor asuransi yang diminati, minta penjelasan lebih lengkap mengenai produk asuransi tersebut.

Komentar oleh Ratna

Saya anak pemegang polis yang bersangkutan.
AJP BUMIPUTERA cabang sigli – Aceh.
semua penipu, giliran pembayaran sudah kurang n tidak sesuai dengan perjanjian.
Mau lebih jelas hub saya 085277101154

Komentar oleh Mahdi

Ya, memang benar asuransi pendidikan memang bermanfaat terutama transfer resiko yang disebutkan diatas, dan semua itu harus disesuaikan dengan kemampuan kita membayar preminya

Komentar oleh Samsuddin

Saya inginn membatlkan asuransi pendidikan anak saya krna suami sya tid ak setuju..saya sudah mengurus adminsrasi untuk mengurus polis.tapi sya blum membyar triwulanya..apa msih bisa d batalkan..

Komentar oleh cahayu wulan ningsih

Good article! We are linking to this particularly great content on our
website. Keep up the good writing.

Komentar oleh Tarik Tunai




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: